Berita

Zainal Arifin Mochtar/RMOL

Politik

Pakar Hukum: Presidential Treshold Bukan Penyederhanaan Partai Tapi Logika Koalisi

JUMAT, 05 JUNI 2020 | 22:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Adanya ambang batas pencalonan presiden atau presidential treshold (PT) yang digembar-gemborkan untuk penyederhanaan partai politik justru berbanding terbalik.

Pasalnya, dengan adanya PT mengharuskan parpol untuk berkoalisi agar mencapai ambang batas. Padahal, di dalam konstitusi diatur bahwa partai politik selaku peserta Pemilu berhak mengusung calon presiden dan wakil presiden.

Demikian disampaikan pakar hukum tata negara UGM, Zainal Arifin Mochtar saat mengisi diskusi bertajuk "Ambang Batas Pilpres dan Ancaman Demokrasi", Jumat (5/6).


"Semua partai politik peserta Pemilu berhak mencalonkan calonnya dalam UUD 1945 begitu," ujar Zainal Arifin Mochtar.

Menurut dia, dengan adanya ambang batas presiden mengharuskan parpol untuk berkoalisi. Dari koalisi tersebut, diyakini menimbulkan dua kemungkinan bagi keberlangsungan demokrasi.

Pertama, presiden akan mendapatkan banyak dukungan dari parpol. Hal ini bisa mengarah pada pemerintahan yang otoritarian.

Kedua, akan mudah dilengserkan, karena koalisi parpol yang sedikit itu tidak mendukung pemerintah.

"Presidential treshold itu logikanya koalisi, bukan penyederhanaan partai. Jika presiden mendapatkan banyak dukungan dari parpol ini bisa menjadi jebakan otoritarian," tuturnya.

"Ini harus diuji lagi ke MK," demikian Zainal Arifin Mochtar.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya