Berita

Iwan Sumule (kemeja batik membelakangi kamera) memimpin para aktivis ProDEM menyanyikan yel-yel/RMOL

Politik

Gugat UU Corona Ke MK, Puluhan Aktivis ProDEM Teriakan Yel-Yel 'Turunkan Jokowi'

JUMAT, 05 JUNI 2020 | 16:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Yel-yel 'Turunkan Jokowi' terdengar keras di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), saat puluhan aktivis ProDemokrasi (ProDEM) menyambangi Gedung MK, Jumat (5/6).

Puluhan aktivis ini datang ke Gedung MK untuk mengajukan permohonan Judicial Review (JR) terhadap UU 2/2020 tentang Penetapan Perppu 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan PandemiK Covid-19 dan/atau Dalam rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan menjadi UU Terhadap UUD 1945.

Sebelumnya, sekitar 50 aktivis ProDEM ini melakukan aksi longmarch dari Jalan Veteran 1, Jakarta Pusat, hingga ke depan Gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat.


Saat tiba di Gedung MK, puluhan aktivis ini langsung dihadapi pihak keamanan Gedung MK dan aparat kepolisian.

Mereka semua dilarang masuk lantaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa Pandemik Covid-19 ini.

Sehingga hanya beberapa perwakilan yang bisa masuk ke dalam Gedung MK, mendampingi tim hukum ProDEM yang akan mengajukan permohonan JR.

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule, yang menggunakan kemeja batik memimpin yel-yel sebelum masuk ke Gedung MK.

"Turun, turun, turun Jokowi, turun Jokowi sekarang juga," teriak Iwan sembari mengepalkan tangan ke atas, di hadapan pihak kepolisian yang menghadap puluhan aktivis yang hendak masuk ke Gedung MK, Jumat (5/6).

Teriakan Iwan itu direspons oleh puluhan aktivis yang tidak bisa masuk ke Gedung MK dengan menggunakan masker berwarna hitam bertuliskan "Batalkan UU No 2/2020 Corona".

Para aktivis yang melakukan aksi di depan Gedung MK ini sempat bersitegang dengan aparat kepolisian. Namun kemudia mereda setelah Iwan dan beberapa perwakilan masuk ke dalam Gedung MK untuk memproses pengajuan Judicial Review.

Hingga saat ini, tim hukum ProDEM masih melakukan proses pendaftaran pengajuan Judicial Review UU 2/2020 di MK.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya