Berita

Saiful Anam menduga ada hal-hal lain di balik penangkapan Ruslan Buton/Net

Politik

Ruslan Buton Diserang Isu Lama, Saiful Anam: Kok Sensitif Banget Untuk Urusan Jokowi?

JUMAT, 05 JUNI 2020 | 08:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penangkapan Kapten (Purn) Ruslan Buton dianggap sebagai imbas dari ketakutan pemerintah karena ketidakmampuan dalam penanganan Covid-19 dan stabilitas ekonomi.

Hal itu disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, yang juga menilai tidak ada perbuatan tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan Ruslan Buton atas surat terbuka yang disampaikannya.

"Saya mendengarkan dengan baik surat terbuka yang disampaikan. Saya bertanya-tanya, di mana pidana ujaran kebenciannya? Saya tidak melihat pasal ujaran kebencian maupun pencemaran nama baik di media elektronik dalam hal kasus ini," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/6).


Karena, kata Saiful, seluruh warga negara Indonesia berhak menyatakan pendapat yang dilindungi oleh UUD 1945.

Atas kasus yang menimpa Ruslan, Saiful pun memperhatikan bahwa mantan anggota TNI itu justru mendapat serangan oleh pihak-pihak tertentu di media sosial dengan cara mengungkit masa lalu Ruslan setelah banyak dukungan terhadap dirinya.

"Mengenai isu masa lalu tidak perlu diungkit-ungkit, ini kan bicara pidana saat ini, untuk apa flashback ke belakang? Tidak perlu dilakukan dan buang-buang waktu. Justru dengan tidak lagi menjabat sebagai TNI ia bebas memberikan masukan. Saat masih bertugas kan ia tidak bebas melakukan kritik dan memberi masukan," terang Saiful.

Saiful pun mengaku heran atas adanya upaya-upaya untuk membungkam para pengkritik pemerintah.

"Kok pemerintah sensitif banget untuk urusan Jokowi? Jangan paranoid, saya kira. Di luar akal sehat kita, apabila masukan dan kritikannya dianggap tindak pidana. Menyarankan mundur saya kira biasa saja," jelas Saiful.

Atas penangkapan terhadap Ruslan, Saiful pun mengaku curiga hal tersebut merupakan efek domino ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan di tengah pandemik Covid-19.

"Saya curiga ini bagian dari efek domino ketidakmampuan penanganan corona dan ketidakstabilan ekonomi, sehingga berimbas kepada ketakutan yang berlebihan akan adanya pemberhentian presiden," pungkas Saiful.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya