Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Ketum Demokrat: Laiknya Iuran BPJS, Pungutan Tapera Akan Berdampak Pada Pendapatan Dan Daya Beli Masyarakat

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 20:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). PP ini menjadi turunan pelaksana UU 4/2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Berdasarkan keterangan resmi BP Tapera besaran simpanan Tapera ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji karyawan. Rinciannya, 0,5 persen ditanggung perusahaan dan sebesar 2,5 persen ditanggung pekerja.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyebutkan, sekalipun pembayaran ada mekanisme pembagian. Tetapi, asosiasi pekerja dan pengusaha mengaku keberatan.


"Asosiasi-asosiasi buruh dan pengusaha memprotes pungutan baru yang diberlakukan pemerintah lewat PP 25/ 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat," ujar AHY, sapaan karibnya di akun Twitter pribadinya, Kamis (4/6).

Sekalipun membawa judul tabungan, AHY menyebut pemotongan pendapatan akan menjadi beban baru bagi pekerja. Terlebih, pemerintah baru saja menaikkan premi iuran BPJS Kesehatan.

"Laiknya kenaikan premi BPJS Kesehatan, pemberlakuan pungutan Tapera di masa pandemik berimplikasi langsung pada pendapatan dan daya beli pekerja serta juga beban keuangan perusahaan yang kini masih tertekan," jelasnya.

AHY menyarankan pemerintah mengkaji kembali PP Tapera tersebut. Jangankan bermanfaat, dia khawatir kebijakan itu akan berdampak negatif.

"Jika dipaksakan, pelaksanaan pungutan Tapera ini bukan hanya bisa kedodoran, tapi juga kontraproduktif," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya