Berita

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto saat jadi narasumber di Fokal IMM/Repro

Politik

Akomodir Suara Rakyat, Pemuda Muhammadiyah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 00:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah sedari dulu mengusulkan bahwa ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) itu 0 (nol) persen. Sebab, hal ini dinilai selaras dengan sistem demokrasi yang sedianya memberikan ruang partisipasi rakyat terhadap para wakilnya di parlemen.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto saat mengisi diskusi publik bertajuk "RUU Pemilu" yang diinisiasi oleh Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM), pada Rabu malam (3/6).

Cak Nanto -sapaan akrabnya- mengatakan, jika rencana PT 7 persen sebagaimana isu yang bergulir di parlemen dan masuk dalam wacana pembahasan UU Pemilu, maka akan berdampak pada kualitas demokrasi itu sendiri.  


"Kalau ambang batas parlemen di Pasal 217, saya katakan memang ini oligarki di partai politik besar. Maka angka 7 persen itu saya kira masih sangat tinggi dan akan memberangus partai-partai yang selama ini (notabene) partai-partai menengah," ujar Cak Nanto.

Menurut Cak Nanto, sedari dulu PP Pemuda Muhammadiyah telah mengusulkan agar ambang batas parlemen ditiadakan alias nol persen. Hal ini bertujuan, agar partisipasi politik publik melalui para calon wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan tersampaikan, sesuai dengan substansi demokrasi itu sendiri.

"Kalau awal kami mengusulkan 0 persen, jadi tidak ada ambang batas. Sehingga suara rakyat tidak banyak hilang. Jadi, kalo sekarang kan banyak hilang, terus mau dikemanakan suara rakyat yang selama ini?" pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya