Berita

Tokoh senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Kalau RR Jadi Presiden, BuzzerRp Dikirim Jadi Transmigran Dua Bulan Tanpa Akses Internet

RABU, 03 JUNI 2020 | 14:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tokoh senior DR. Rizal Ramli memiliki cara tersendiri untuk menangani para BuzzerRp sebutan bagi influencer atau pendengung di sosial media yang dibayar untuk menjelek-jelekan seseorang.

BuzzerRp lebih spesifik disematkan kepada pendengung yang kerap menyerang para pengkritik pemerintah. Tapi serangan itu bukan mengarah pada substansi kritik, melainkan pada pribadi pengkritik.

Awalnya, Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadinya mengomentari tulisan wartawan senior Arief Gunawan yang berjudul “Ketidakadilan Di Amerika Juga Terjadi Di Tengah Kita”.


Menurut Rizal, ketidakadilan itu muncul lantaran masih tumbuh suburnya BuzzerRp yang mencari nafkah dengan melakukan provokasi, namun nihil dari penindakan hukum.

“Perlakuan tidak adil, provokasi para BuzzeRp yang mencari nafkah dengan opini bermuatan rasisme, memfitnah, membunuh karakter tokoh, dan melakukan ujaran kebencian lainnya, adalah sangat berbahaya dan menjadi ancaman bagi persatuan bangsa, toleransi,” kata Rizal.

Kemudian, cuitan itu mendapat tanggapan dari salah satu akun bernama @ferly_norman.

“Kalau Bang RR jadi RI 1, ini BuzzerRp enaknya diapain ya?” tanyanya.

Seperti biasa, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu memberi jawaban simpel dan mengena. Intinya dia ingin memastikan demokrasi di Indonesia tidak tercemar sampah.

“Pertanyaan menarik. Kita training fisik 2 bulan, kita kirim jadi transmigran tanpa akses internet supaya tidak terus jadi sampah demokrasi,” jawab Rizal Ramli.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya