Berita

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Kementerian Keuangan, Nirwala Dwi Haryanto/Net

Bisnis

Industri Rokok Elektrik Makin Berkontribusi Bagi Penerimaan Negara

SELASA, 02 JUNI 2020 | 17:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kehadiran industri rokok elektrik di Tanah Air dinilai sudah memberikan kontribusi yang cukup signifikan, utamanya dari sisi pengolahan dan penerimaan cukainya.

"Jadi kalau kontribusi dari Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) lebih banyak didominasi oleh penerimaan dari vape (rokok elektrik), tahun 2019 itu sudah mencapai Rp 427 miliar," ungkap Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Kementerian Keuangan, Nirwala Dwi Haryanto beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data perkembangan yang ada, Nirwala meyakini, industri rokok elektrik akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan ke depannya. Ia mengurai, pemesanan pita cukai untuk rokok elektrik tahun 2019 mencapai 542 miliar. Dilihat dari banyaknya perusahaan, ia yakin pemesanan pita cukai akan meningkat dari tahun ke tahun.


Di sisi lain, data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) enunjukkan industri HPTL, khususnya rokok elektrik telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 50.000 orang. Angka ini belum termasuk tenaga kerja yang ada di toko retailer rokok elektrik, yang jumlahnya mencapai 3.500 toko di seluruh Indonesia.

Hal senada disampaikan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian, Supriadi yang menyebut banyaknya pengguna vape menjadi potensi cukai yang cukup besar.

"Ini data dari APVI. Dan pengguna vape tahun 2017 saja sudah sekitar 900.000 pengguna. 2018 penggunanya itu sudah sekitar 1,2 juta orang. Dan 2020 ini prediksinya sekitar 2,2 juta orang penggunanya. Ini potensi cukai yang cukup besar," terangnya.

"Jadi memang potensinya ini cukup besar disamping penerimaan negara juga tenaga kerja, dan kita tidak bisa menghalangi hal yang seperti ini, teknologi yang masuk," sambungnya.

Menurut anggota Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, keberadaan industri rokok elektrik ke depannya cukup potensial bila dilihat dari data-data yang sudah ada.

"Dari segi kontribusi terhadap cukai saja peningkatannya bagus sekali. Ini industri yang ke depannya sangat potensial dan pelakunya juga kebanyakan anak-anak muda. Tentu ini sangat menggairahkan bagi industri baru yang harus kita jaga bersama," tegas Adisatrya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya