Berita

KPK memamerkan 2 tersangka yang sempat buron dalam kasus dugaan suap perkara di Mahkamah Agung/RMOL

Hukum

Masih Lakukan Pemeriksaan Intensif, Alasan KPK Hanya Sebentar Pajang Nurhadi Dan Menantunya

SELASA, 02 JUNI 2020 | 16:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memajang tersangka kasus dugaan suap mafia peradilan di Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6). Namun, keduanya hanya dipamerkan sebentar saja.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron membeberkan alasan kedua orang tersangka yang berhasil ditangkap pada Senin malam (1/6) itu hanya dipajang sebentar saat jumpa pers. Menurutnya, salah satu alasannya adalah karena KPK masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua orang tersangka itu.

"Perlu kami jelaskan dulu, kenapa para pihak yang kami tangkap itu kami kembalikan ke tempatnya. Karena memang proses pemeriksaan masih berlangsung, yang penting kami telah publikasi dan yang bersangkutan telah berada di KPK," kata Nurul Ghufron, Selasa (2/6).


"Ini paling penting yang bersangkutan dihadirkan, karena pemeriksaan masih berlangsung, jadi kami kembalikan ke pemeriksaan," imbuhnya menegaskan.

Sekadar informasi, KPK periode Firli Bahuri cs biasanya memajang para tersangka yang berhasil diamankan dalam setiap perkara. Untuk kali ini, Nurhadi dan menantunya dipajang hanya sebentar karena kepentingan pemeriksaan.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono ditangkap tim penyidik pimpinan Novel Baswedan, di salah satu rumah daerah Simprug, Jakarta Selatan, Senin malam (1/6). Keduanya ditangkap setelah buron selama hampir empat bulan sejak Februari lalu.

Selain itu, KPK juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Dia turut diamankan karena sempat mangkir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Kemudian, rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi pun digeledah dan sejumlah barang bukti diamankan.

KPK sendiri telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Ketiganya adalah mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Mereka sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir dari pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Namun saat ini, Hiendra Soenjoto masih belum bisa diamankan.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Nurhadi dan Rezky telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar. Suap itu diberikan oleh Hiendra Soenjoto untuk sejumlah kasus perdata yang melibatkan perusahaannya.

Tercatat, ada tiga perkara yang jadi sumber suap dan gratifikasi Nurhadi. Pertama, perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya