Berita

Natalius Pigai/Net

Publika

Papua Yang Terabaikan: Saya Ucapkan Terima Kasih Untuk Prabowo Subianto!

SENIN, 01 JUNI 2020 | 16:27 WIB | OLEH: NATALIUS PIGAI

SAYA dengar dari seorang pimpinan DPR RI yang bukan kader Partai Gerindra. Covid-19 sedang ke elevasi tinggi bahayakan nyawa rakyat Papua.

Mendengar itu Prabowo turun minta langsung Menkes agar drop APD di Papua. Wagub DKI dan DPR Gerindra keliling asrama Papua itu atas perintah Prabowo.

Corona buka mata siapa yang punya empati. Tidak mewakili siapa-siapa, saya secara pribadi ucapkan terima kasih untuk Pak Prabowo Subianto.


Presiden Jokowi sebagaimana biasa berkoar-koar dan berbuasa-berbusa ketika dua kali pemilu hanya bangun image seakan-akan peduli pada rakyat Papua, mencuri nurani rakyat Papua.

Hari ini tidak terdengar suara Presiden Jokowi dari Jawa, Solo ketika Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 di Papua menyatakan bahwa hanya tujuh orang dokter spesialis paru dan ventilator hanya beberapa buah.

Sedari awal Papua cluster berbahaya dan mengerikan jika Gubernur Lukas Enembe dan rakyat Papua tidak menentang kebijakan pusat.

Pak Jokowi boleh saja benci dan dendam dengan saya, itu wajar! Toh Pak Prabowo ajukan nama saya secara resmi masuk kabinet juga Pak Jokowi tolak.

Kita gentlemen. Tapi jangan mengabaikan rakyat Papua mati karena selain corona, karena teror, siksa, dibunuh aparat di tengah rakyat Papua sedang menghadapi ancaman corona.

Rakyat Papua pernah berikan segalanya; suara dan kalau boleh saya buka rahasia ada bantuan rakyat Papua dalam bentuk lain tapi di Yogya (NB: andaikan barang itu jadi).

Saya sebagai Ketua Tim Perantauan Pemilu Berbasis HAM 2014, Jokowi jadi Presiden beda tipis hanya 8 juta suara, tanpa saya belum tentu Jokowi disebut Presiden hari ini.

PDIP dan partai pengusung lainnya mengemis ke saya tapi saya tidak pernah mengemis, jabat tangan dan ketemu mereka hingga hari ini.

Jokowi juga dia sering SMS dan telepon minta tolong ke saya, tapi saya tidak pernah minta perhatian ke beliau. Kami ini bangsawan! Beda harga diri dan martabat.

Penulis adalah aktivis kemanusiaan, asal Papua.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya