Berita

Presiden Jokowi saat memperkenalkan Stafsus Milenial/Net

Politik

Zaman SBY Ada UKP4, Sekarang Tergantung Selera Jokowi

JUMAT, 29 MEI 2020 | 10:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menyoroti desakan sejumlah pihak kepada Presiden Joko Widodo untuk mencopot beberapa menteri yang lelet dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, pada era pemerintahan SBY ada sebuah unit kerja yang membantu presiden untuk memonitoring kinerja para menteri. Unit tersebut bernama Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang memberikan masukan dan saran kepada presiden.

"Nah ini kan enggak ada lagi, selama Presiden Jokowi kan enggak ada hilang itu," ujar anggota DPR ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/5).


Meski pada era SBY KP4 tidak masuk dalam struktur kementerian, namun dengan adanya unit tersebut bisa membantu presiden dalam mencatat kinerja para menterinya.

"Tapi maksud saya dengan tidak adanya itu, kek mana menilai menteri itu apakah menteri yang diekspos media dianggap sukses, jadi enggak ada lagi," paparnya.

Saat ini, kata Nasir, ada Sekretariat Kabinet yang turut membantu Presiden Joko Widodo memonitor para menterinya. Namun, dia meragukan catatan Setkab dalam memberi catatan kepada para menteri.

"Jadi ada Setkab, nah Setkab punya rekaman enggak soal kinerna menteri? Jadi akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada selera Presiden. Jadi ya tergantung selera Presiden, kalau presiden bilang bagus, kita bilang enggak bagus, ya tetap bagus dia," paparnya.

Politisi asal Aceh ini tidak mengetahui secara detil pada periode kedua Jokowi ini memiliki suatu bidang atau unit yang mengevaluasi kinerja menteri untuk memberikan masukan kepada presiden.

"Sehingga tidak like or dislike paling tidak mengurangi subjektivitas dalam melakukan keputusan. Kita kan enggak tahu sekarang mana menterinya yang bagus atau tidak, akhirnya persepsi yang muncul, padahal belum tentu kinerjanya enggak bagus," tutup Nasir Djamil.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya