Berita

Ilustrasi New Normal/Net

Politik

Anak Buah Megawati: Jika Penyebaran Masih Tinggi, Jangan Dulu New Normal

JUMAT, 29 MEI 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah dalam waktu dekat akan memberlakukan sistem kehidupan normal baru atau new normal untuk masyarakat agar terbiasa berdampingan dengan Covid-19.

Namun, kehidupan new normal tersebut dikritik banyak pihak termasuk DPR RI. Pasalnya, new normal harus disertai dengan kesiapan pemerintah dalam segala hal, termasuk menjamin kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Nabil Haroen mengatakan bahwa sampai saat ini kasus pasien terjangkit Covid-19 masih tinggi, terutama di kota-kota besar seperti DKI Jakarta dan Surabaya.


“Kebijakan itu harus didukung oleh pemerintah pusat dan warga. Jika tren penyebaran virus masih tinggi, serta warga yang positif virus Covid-19 masih sangat tinggi, sebaiknya jangan berlakukan new normal,” ujar Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/5).

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu juga meminta agar pihak pengusaha, pemilik mall dan bisnis lainnya harus mendukung kebijakan new normal tersebut dengan menyiapkan berbagai hal.

“Juga, warga juga perlu terus menerus membantu saling bekerjasama dalam kesediaan bahan pangan. Pemerintah juga harus terus menerus memantau kondisi ketersediaan bahan pangan, dan memastikan fasilitas kesehatan tersedia,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya