Berita

Ilustrasi bantuan sosial/Net

Politik

Saran Agar Distribusi Bansos Berjalan Lancar Dan Tepat

JUMAT, 29 MEI 2020 | 06:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pendistribusian bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat akibat terdampak virus corona baru (Covid-19) kerap kali bermasalah.

Hal tersebut terjadi karena data penerima bansos yang berantakan dan terjadi benturan kebijakan yang mengakibatkan rakyat bingung.

Begitu kata Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati saat mengisi diskusi politik secara daring dengan tema “Bansos Pandemik Covid-19, Bencana atau Berkah?’.


"Ke depan agar pendistribusian terlaksana dengan baik, kami memberikan rekomendasi bansos harus dikelola berdasarkan lima pilar yang disingkat TARIF, yaitu transparan, accountable, resposibilty, independency dan fairness," ujarnya melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, Kamis (28/5).

Handojo lalu menyarankan agar urusan bansos dapat dikelola oleh satu kementerian saja, agar tidak terjadi tumpang tindih dan menggunakan digitalisasi data. Selain itu, pemberian bansos, apapun jenisnya, juga dapat disalurkan melalui sistem perbankan.

"Artinya misal sembako seharga Rp 600 ribu, maka itu bisa disalurkan melalui bank," ungkapnya.

Terakhir pemerintah harus dapat menciptakan sinergi terhadap semua elemen baik dalam pemerintahan maupun dengan kepala daerah serta dengan pihak-pihak yang memberikan kritik kepada pemerintah.

"Upaya untuk bersatu hati dan menggalang kerjasama yang kokoh dalam menghadapi pandemik dan krisis di bidang perekonomian akan membawa bangsa ini menjadi bangsa pemenang," pungkasnya. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya