Berita

Politisi Partai Golkar, Sebastian Salang/Net

Politik

Sebastian Salang: Kartu Prakerja Adalah Cara Presiden Jokowi Tunaikan Janji Kampanye

KAMIS, 28 MEI 2020 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Program kartu prakerja yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo masih menjadi pembahasan menarik di ruang publik belakangan ini.

Beberapa pihak keberatan dengan program tersebut. Tetapi, tidak sedikit juga yang memberikan dukungan karena melihat ada manfaat dari kartu prakerja.

Politisi Partai Golkar, Sebastian Salang menilai, wajar jika satu program pemerintah menuai pro dan kontra.


Sebastian mengingatkan, dari program kartu prakerja tersebut merupakan cara Presiden Jokowi menunaikan janji kampanyenya.

"Masih ingat dalam memori kita, ketika debat calon presiden pada 17 Maret 2019 lalu, Pak Jokowi menyampaikan gagasannya tentang membangun SDM unggul Indonesia," ujar Sebastian kepada wartawan, Kamis (28/5).

Menurutnya, di tengah persaingan global dan semakin majunya teknologi sudah menjadi keharusan bagi pemerintah menyiapkan SDM unggul

"Pendekatan yang dilakukan demi mewujudkan mimpi membangun SDM unggul menurut Jokowi juga harus lebih kreatif, melibatkan teknologi. Prinsipnya, tidak lagi menggunakan pendekatan konvensional, harus out of the box," jelasnya.

Meski kartu prakerja bukan satu-satunya jalan menyiapkan SDM unggul. Lanjutnya, dengan kartu prakerja maka masyrakat akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk siap menghadapi persaingan global.

"Itulah mengapa dalam desain program ini, telah dipikirkan pendekatan apa yang paling efektif agar semua warga negara di mana pun, memiliki peluang yang sama untuk mengakses atau menjangkau informasi sarta terlibat dalam program," bebernya.

Soal adanya pro kontra, Sebastian lebih berpikiran positif. Bagi dia, pro kontra merupakan salah satu alat konntrol dalam melaksanakan satu kebijakan.

"Suara pro dan kontra justru merupakan alat kontrol kebijakan, mulai perencanaan maupun pelaksanaanya," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya