Berita

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim/Net

Politik

Rekan: Nadiem Makarim Perlu Belajar Dari Perancis Sebelum Mulai Tahun Ajaran Baru

KAMIS, 28 MEI 2020 | 04:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk memulai tahun ajaran baru di sekolah dalam waktu dekat mendapat kritik tajam dari Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan).

Kelompok relawan yang aktif melakukan advokasi publik di bidang kesehatan itu menilai, kebijakan Kemdikbud untuk memulai tahun ajaran baru pada pertengahan tahun 2020 berpotensi membahayakan keselamatan anak.

Pembukaan sekolah, meskipun disertai protokol new normal, berpotemsi membawa risiko penularan Covid-19 secara masif.


“Nadiem harus mengambil pelajaran dari Perancis atau Finlandia. Sehari setelah sekolah-sekolah di sana dibuka, anak-anak banyak yang terpapar Covid-19,” kata Ketua Umum Rekan, Agung Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5).

Menurut Agung, kalangan pegiat advokasi kesehatan mencemaskan data korban Covid-19 di kalangan anak. Data itu dinilai kurang mendapatkan perhatian serius dari Kemdikbud.

Padahal, data tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan, apakah otoritas pendidikan perlu membuka tahun ajaran baru dalam waktu dekat atau menundanya hingga beberapa bulan ke depan.

Data yang bersumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, hingga 18 Mei lalu terdapat 14 orang anak Indonesia yang meninggal akibat terjangkit virus Covid-19.

Jumlah korban meninggal dengan status PDP bahkan jauh lebih tinggi: 129 anak. Di samping itu, 3.324 anak telah menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan 584 lainnya dalam berada status positif Covid-19.

Jumlah korban Covid-19 di kalangan anak masih bisa bertambah, mengingat dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan kasus di beberapa wilayah di Indonesia.

“Data yang mengejutkan tersebut tak pernah dibicarakan oleh pemerintah. Kemudian, muncul rencana pembukaan tahun ajaran baru. Kemdikbud tidak sensitif. Seharusnya Nadiem tunda dulu (tahun ajaran baru) itu,” ujarnya.

Agung menganggap, penundaan tahun ajaran baru adalah langkah yang tepat untuk melindungi anak-anak Indonesia dari kemungkinan terjangkiti Covid-19.

Hal tersebut juga menghindarkan penyebaran virus corona lebih lanjut kepada keluarga siswa dan masyarakat sekitar sekolah.

“Dalam waktu dekat, kami akan menggalang demonstrasi menolak rencana pembukaan tahun ajaran baru di Kemdikbud,” tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya