Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Kalau Reshuffle Kabinet, Jokowi Harus Ganti Luhut, Terawan Dan Juliari

SELASA, 26 MEI 2020 | 22:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Isu reshuffle semakin  muncul ke permukaan di tengah pandemik virus corona (Covid-19) dan penanganan pemerintah terhadap virus asal Wuhan, China itu.

Analis politik dan kebijakan publik Universitas Islam Syech Yusuf Miftahul Adib berpendapat, jika reshuffle dilakukan, Presiden Jokowi harus lebih dulu mengganti tiga menterinya yaitu Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial Juliari Batubara dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Ketiga menteri itu yang harusnya dicopot Jokowi karena penanganan corona jadi simpang siur,” kata Adib kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (26/5).


Adib punya alasan mengapa tiga menteri itu yang harus diganti oleh Jokowi. Pertama Luhut, menurut Adib, sebagai Menko, purnawirawan jenderal bintang empat itu penyumbang terbesar kebijakan penanganan corona di Indonesia simpang siur.

“Contoh ketika PSBB harus dikerjakan, justru kebijakanya kontraproduktif dengan pemda yang menerapkan PSBB, seperti tetap dioperasikanya KRL, padahal Pemprov DKI dan Jabar sepakat untuk menutup lantaran dari situ potensi penularan Covid-19 sangat besar. Tapi dianulir oleh Luhut,” jelas Adib.

Tidak cuma itu kata Adib, Luhut juga seolah memberikan karpet merah kepada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ditengah maraknya PHK akibat pandemik Covid-19.

“Ini juga tidak bagus bagi Presiden Jokowi dengan janji kampanye yang akan memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya kepada masyarakat,” tekan Adib.

Kemudian, Menteri Sosial Juliari Batubara. Perannya sebagai Mensos sebetulnya cukup vital dan central, lantaran menyangkut distribusi Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat yang terdampak langsung pandemik Covid-19.

“Dan sampai detik ini penyaluran Bansos masih menjadi persoalan, antara pusat dan daerah tidak ada kesingkronan data sehingga ketika PSBB sudah jilid ketiga, Bansos itu belum merata dan amburadul. Ini harus dievaluasi,” ujar Adib.

Kemudian, mengapa Menkes Terawan juga harus dicopot. Adib berpendapat, cermin pemerintah menangani pandemik corona tidak lepas dari kinerja Menkes.

“Makanya ketika pemerintah harus berdamai dengan corona ketika pemerintah harus menumbuhkan sikap the new normal itu justru menciptakan ketidakpastian ini yang harus dan menurut saya dievaluasi oleh Jokowi karena bagaimanapun kita harus tau bahwa krisis kesehatan corona ini berimbas kepada ekonomi sosial dan keamanan,” pungkas Adib.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya