Berita

Presiden Jokowi bersama Rizal Ramli/Net

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Merebak, Pengamat: Melihat Kematangan RR, Tidak Berlebihan Jika Gusur Sri Mulyani

SELASA, 26 MEI 2020 | 17:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dorongan dari kalangan masyarakat arus bawah terkait "islah" dua tokoh bangsa antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan ekonom senior Rizal Ramli semakin deras seiring bergulirnya isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, isu reshuffle kabinet di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) bisa saja terjadi perombakan.

Menurutnya, Tim Ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi pusat perhatian masyarakat saat ini bisa menjadi sasaran perombakan jika terjadi reshuffle.


"Dengan kondisi saat ini, perlu menyegarkan formasi tim ekonomi, terutama melihat tata kelola keuangan negara yang seolah semakin berat," ujar Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (26/5).

Pengamat Politik jebolan Universitas Telkom ini menilai, formasi Tim Ekonomi Presiden Jokowi saat ini masih terbilang lumayan baik. Namun, ada beberapa orang yang dinilai perlu dilakukan upgrade agar lebih exspress dan sigap menghadapi tantangan ekonomi akibat pandemik Covid-19 kedepan.

Kaitannya dengan dorongan masyarakat arus bawah yang berharap Ekonom Senior Rizal Ramli atau RR, dianggap layak dan mumpuni mengisi pos Tim Ekonomi kabinet dalam menghadapi potensi krisis sekalipun.

"Melihat kematangan RR tentu cukup potensial jika berada di tim ekonomi, jika harus ada penyegaran mungkin tidak berlebihan jika meneruskan Menkeu Sri Mulyani," kata Dedi Kurnia Syah.

Meskipun, dorongan islah Jokowi dan RR itu dinilai kurang masuk akal, mengingat keduanya tidak pernah bermusuhan.

Dedi menilai, Jika RR dimasukkan dalam jajaran kabinet akan menambah poin plus bagi Jokowi lantaran objektif memilih Menteri tidak berdasarkan latarbelakang parpol koalisi semata.

"Dorongan islah RR dan Presiden Jokowi ini kurang masuk akal, karena keduanya tidak terlibat konflik, jikapun RR dipandang miliki kapasitas masuk ke kabinet, itu cukup baik karena mengindikasikan Presiden tidak memandang seseorang hanya dari kubunya saja," demikian Dedi Kurnia Syah.

Sekadar informasi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Presiden Joko Widodo segera mereshuffle Kabinet Indonesia Maju. Hal ini ditenggarai akibat lambannya kinerja pemerintah terutama dalam percepatan penanganan pandemik Covid-19.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya