Berita

Presiden Donald Trump/Net

Politik

Minta Diberi Kesempatan Empat Tahun Lagi, Trump: Percayalah, Ekonomi Akan Melonjak Pada 2021

SENIN, 25 MEI 2020 | 13:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemulihan ekonomi dan perbaikan menuju empat tahun ke depan disuarakan dengan lantang oleh Donald Trump, dalam kampanyenya yang kini lebih kepada nada, 'Percayalah padaku'.  

Ketika ekonomi Amerika Serikat terpuruk dalam krisis karena pandemik Covid-19, dan jutaan orang kehilangan pekerjaan Trump memfokuskan kampanyenya pada pemulihan masa depan. Ia telah mengatakan, pemulihan  ini mungkin membutuhkan waktu yang lama, tidak akan terwujud sampai setelah pemilihan November. Maka, ia meminta agar pemilihnya melihat masa lalu itu sebagai hal yang harus ditebusnya dengan memberinya masa empat tahun lagi.

Trump berjanji akan mengembalikan ekonomi AS saat ia terpilih lagi.


"Ini adalah transisi menuju kehebatan," kata Trump, mengulang lagi janjinya. "Anda akan melihat sejumlah besar di kuartal keempat, dan Anda akan berakhir dengan sukses di tahun depan," ujarnya seperti dikutip dari AP, Minggu (24/5).

Penasihat ekonomi senior di Gedung Putih Kevin Hassett mengungkapkan jika tingkat pengangguran di AS diprediksi akan melonjak. Pada April 2020 angka pengangguran di negeri yang dinakhodai Presiden Donald Trump itu tercatat 14,7 persen namun pada Mei diproyeksi naik 22-23 pesen.

"Juni akan lebih tinggi," kata Hasset.

Dia mengungkapkan nantinya kongres dan Presiden Trump akan menyetujui stimulus gelombang keempat untuk menyelamatkan perekonomian AS.

Penasihat ekonomi, Larry Kudlow, menggemakan sentimen menunggu-sampai-tahun depan, mengulurkan harapan untuk 'ledakan besar 2021'.

Pada April kemarin ketika ia mendapati rekor 20,5 juta pekerjaan hilang dan pengangguran mencapai 14,7 Kudlow meramalkan bahwa 'angka ekonomi dan pekerjaan akan terus memburuk'.

Ini adalah taktik 'hadiah tertunda' yang Trump gunakan jauh sebelum pandemik global memukul AS.  

Sekarang, Trump menekankan lagi kepada pemilihnya bahwa ia akan meningkatkan ekonomi lagi.

"Kami membangun ekonomi terbesar di dunia," Trump sering mengatakan itu. "Aku akan melakukannya untuk kedua kalinya."

Bukan hanya tahun depan yang akan menjadi misteri bagi pemilih pada Hari Pemilihan.

Trump dan timnya telah berbicara tentang kuartal keempat - Oktober hingga Desember, tetapi laporan ekonomi pada periode itu tidak akan dirilis sampai 2021.

Angka awal untuk kuartal ketiga akan dirilis 29 Oktober, beberapa hari sebelum pemilihan 3 November. Dan pengangguran masih bisa berada di wilayah dua digit pada Hari Pemilihan, kata Kevin Hassett.

Data jajak pendapat menunjukkan Trump memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan untuk meyakinkan orang Amerika bahwa semua akan baik-baik saja tahun depan.

The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research, merilis hasil jajak pendapat, dengan hasil; Orang Amerika terbagi dua, apakah mereka berpikir ekonomi akan membaik (41 persen) atau memburuk (40 persen) selama tahun mendatang.

Pendapat mereka berbeda berdasarkan politik mereka. Mayoritas Partai Republik (62 persen) berpikir ekonomi akan menjadi lebih baik di tahun mendatang, sementara mayoritas Demokrat (56 persen) berpikir itu akan semakin buruk.

Jajak pendapat menemukan bahwa hanya 49 persen orang Amerika sekarang menyetujui bagaimana Trump menangani ekonomi, dibandingkan dengan 56 persen pada bulan Maret, meskipun jumlahnya tetap terbagi sebagian besar pada garis partai.

Michael Steel, ahli strategi politik Partai Republik, mengatakan Trump sedang bertaruh.

"Pemilihan ini akan mengaktifkan fakta. Presiden memasang taruhan dengan membuka kembali ekonomi sebelum pejabat kesehatan masyarakat percaya bahwa itu aman. Jika ekonomi pulih dengan tajam dan tingkat infeksi tetap stabil atau turun, maka pemilih akan menghargai keberaniannya, tetapi jika kita terus melihat pengangguran besar-besaran dan lonjakan infeksi dan kematian baru, semua kata-kata politik yang ditawarkan dunia tidak akan membantu dia,"  katanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya