Berita

Barang bukti sabu 821 kg yang diamankan Polri/RMOL

Pertahanan

Selamatkan Jutaan Orang, Tokoh Pemuda Banten Apresiasi Polri Berhasil Ungkap 821 Kilogram Sabu

SABTU, 23 MEI 2020 | 20:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Masyarakat Banten apresiasi kinerja Kepolisian yang berhasil dengan cepat mengungkap sabu 821 kilogram, di Kota Serang, Jumat malam (22/5). Dengan pengungkapan sabu ini, polisi telah menyelamatkan jutaan masyarakat Indonesia dari narkotika.

Tokoh Pemuda Banten dan juga akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hendra Leo Munggaran munggaran mengatakan sangat berterimakasih kepada jajaran kepolisian yang telah bergerak cepat menggerebek gudang sabu di Banten.

"Jutaan masyarakat terselamatkan dengan adanya pengungkapan sabu siap edar yang jumlahnya hampir satu ton," kata Hendra Leo Munggaran, Sabtu, (23/5).


Leo mengungkapkan, pelabuhan tikus di wilayah Banten Utara maupun Banten Selatan kerap dijadikan celah masuk narkoba ke wilayah Banten Jaringan narkoba yang menyelundupkan bukan hanya jaringan lokal, namun juga jaringan internasional.

"Masyarakat harus ikut membantu aparat penegak hukum dalam memutus jaringan narkoba yang masuk ke pelabuhan pelabuhan kecil," katanya.

Diketahui kasus pengedar narkoba jaringan Tiongkok dan Malaysia yang menyelundupkan sabu seberat 1 ton ke Banten melalui dermaga Hotel Mandalika, Anyer, Kabupaten Serang pada Kamis 13 Juli 2017 silam sempat digagalkan.

Polda Metro Jaya menangkap warga Taiwan bernama Lin Ming Hui (tewas), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li.

Para pelaku memanfaatkan hotel yang dikenal angker tersebut untuk menyelundupkan sabu. Masyarakat setempat tak menyangka hotel yang sudah lama tak berpenghuni itu dijadikan lokasi masuknya 1 ton sabu dari Malaysia.

Jumat (22/5) Satgasus Bareskrim Polri kembali menggagalkan penyelundupan sabu jaringan internasional dari Timur Tengah. Upaya penyelundupan juga memanfaatkan pelabuhan tikus di perairan Bayah, Banten Selatan.

Sebanyak 821 kilogram sabu siap edar masuk ke Banten dan dikirim dari Banten Selatan ke Ibukota Provinsi Banten. Lokasi penyimpanan jaraknya hanya 3 kilometer dari Mapolres Serang Kota dan beberapa ratus meter dari Mako Polsek Taktakan. Upaya penyelundupan sabu nyaris berhasil.

Kedua tersangka pemilik barang haram tersebut BA warga negara Pakistan AS warga negara Yaman memanfaatkan kelengahan aparat penegak hukum dan daerah perkampungan.

Untuk mengelabui petugas, keduanya mengaku sebagai pengusaha rempah. Rencananya sabu tersebut akan diedarkan ke beberapa wilayah. Caranya sabu yang sudah dikemas ditimbun dengan asam ranji.

Namun sepak terjang keduanya gagal lantaran petugas dari Satgasus Bareskrim Polri sudah mengintai sejak empat bulan lalu gerak-gerik keduanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya