Berita

Direktur Al Mentra Institute, Karman BM/Net

Politik

Jangan Ditunda Lagi, Karman BM Optimis Pilkada 2020 Berjalan Sukses Di Tengah Corona

SABTU, 23 MEI 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pilkada Serentak 2020 yang rencananya digelar pada bulan Desember diyakini akan berjalan sukses. Meskipun pesta demokrasi lima tahunan itu dilaksakan dalam situasi pandemik wabah virus corona atau Covid-19.

Demikian disampaikan Direktur Al Mentra Institute, Karman BM saat menjadi narasumber pada Webinar Nasional bertajuk "Menghadapi Pencoblosan dan Pungut Hitung pada Pilkada 2020 di Situasi Covid-19, Jumat malam (22/5/).

"Saya melihat dan menyimpulkan ada optimisme bahwa Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti berjalan sukses," ujar Karman.


Narasumber lain pada webinar yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) itu adalah Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, dan Deputi Kelembagaan Dan Kemasyarakatan Sekretariat Negara, Dadan Wildan.

Menurut Karman, ada beberapa negara yang sukses menyelenggarakan pemilu di masa pandemik covid-19. Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi pemilih negara-negara tersebut untuk menyalurkan hak suara mereka dalam menentukan pimpinan negaranya. Kesuksesan pemilu di beberapa negara tersebut harus dijadikan pelajaran berharga bagi pemerintah dan penyelenggaran pilkada.

"Ada Korea, Iran, Israel, Australia, dan banyak sekali. Negara-negara yang lain tetap melaksanakan pemilu, ada yang mengundur tapi juga di tahun yang sama melaksanakan pemilu dengan catatan bahwa mereka melaksanakan protokol Covid-19," katanya.

Untuk itu, menurut Karman, pilkada serentak yang akan melibatkan 270 daerah nanti tidak perlu ditunda. Sebab, selain sudah ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No. 2/2020, juga tahapan pilkada sudah mulai dilaksanakan oleh penyelenggara.

"Pertanyannya di tengah situasi seperti ini apakah agenda-agenda yang sudah kita canangkan dan rencanakan dari awal apa stag begitu saja, tentu saya pikir tidak demikian. WHO yang menjadi rujukan sudah menyampaikan Covid-19 ini bukan pandemi tapi endemi, sama seperti penyakit lain seperti aids, bahwa virus-19 tidak akan hilang dan kita dituntut hidup bersama. Makanya seperti disampaikan Presiden Jokowi kita mau tidak mau harus berdamai dengan itu. WHO juga menyampaikan ini belum ada vaksinnya," papar Karman.

Hanya saja, lanjut Karman, paraturan yang sesuai standar protokol kesehatan harus diberlakukan dalam pelaksanaan pilkada nanti. Misalnya, penyelenggara pilkada, peserta, dan pemilih, harus tetap menjaga kebersihan seperti cuci tangan dan physical distancing.

"Kita ambil pelajaran dari Pemilu Korea, partisipasi pemilihnya meningkat justru dalam suasana pandemi ini," tambah Karman.

Dia meminta tahapan-tahapan pilkada terus dilakukan dengan mengukuti aturan pemerintah terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tahapan-tahapan pilkada itu sangat penting dilakukan untuk kesuksesan pilkada itu sendiri.

"Tahapan sosialisasi, tahapan yang dilakukan KPU seperti verifikasi dukungan, dan lain-lain, itu harus mulai dijalankan. Yang paling penting adalah sosialisasi menumbuhkan partisipasi dan antusiasme masyarakat. Ini jangan sampail pilkada orang kemudian takut keluar karena kita ragu untuk menentukan pilkada. Jadi butuh ketegasan pemerintah, DPR, dan penyelenggara," tukasnya.

Masih disebutkan Karman, jika pilkada kembali diundur hal itu akan menimbulkan masalah baru. Misalnya masalah terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan dijadikan PLT kepala daerah yang masa kepemimpinan kepala daerahnya sudah berakhir.

"Jadi harus segera tegas pemerinyah apakah harus dilaksanakan 9 Desember, saya lihat dasar-dasar hukumya juga sudah disiapkan, Perppu Pikada sudah ada, tinggal peraturan KPU disesuaikan dengan tahapan-tahapan yang baru, kemudian tahapan-tahapan yang lain. Mungkin pilkada ini menjadi energi positif lagi. Jadi orang ikut berani keluar, tidak hanya berdiam diri. Ada kegiatan-kegitan positif melibatkan dengan catatan menjalankan protokol kesehatan," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya