Berita

Presiden Joko Widodo saat mengenalkan para menterinya kepada publik/Net

Politik

PSI Jangan Asal Ngecap, Tunjuk Saja Siapa Menteri Yang Harus Dicopot

JUMAT, 22 MEI 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Desakan untuk melakukan reshuffle Menteri Kabinet sebagaimana diusulkan PSI harus dikunyah secara baik oleh Presiden Joko Widodo.

"Soal kapan usulan ditelan, itu soal lain," ujar peneliti dari Institut Riset Indonesia (Insis) Dian Permata Dian Permata saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5).

Terkait usulan ini, lulusan University Sains Malaysia (USM) itu menyayangkan sikap PSI yang tidak mau menyebutkan pos menteri dan di bagian mana menurut mereka yang layak diganti.


"Apakah Menteri Perhubungan yang membuat lelucon peringatan adanya penyebaran Covid-19? Budi Karya pernah melontarkan kelakar di sebuah forum ilmiah di UGM. Ia menyatakan, orang Indonesia kebal corona lantaran gemar makan nasi kucing," jelas Dian.

PSI juga bisa saja menyasar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Sebab Bahlil pernah berkelakar, lamanya proses perizinan di Indonesia membuat Corona sulit masuk Indonesia. Guyonan tersebut dilemparkan Bahlil dalam acara Manager Forum XLIV 'Kebijakan Investasi untuk Mendorong Perekonomian Nasional dan Coorporate Busines'.

“Dalam acara tersebut dihadiri oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo," sambung Dian.

Selain itu, kata Dian, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan juga bisa jadi sasaran PSI. Ini lantaran sang menteri pernah menyatakan bahwa obat corona adalah jamu.

Selanjutnya, Menkopulhukam Mahfud MD yang awalnya juga pernah menyangkal bahwa Corona sudah masuk Indonesia. Belakangan, pernyataan dia ralat sendiri dengan pernyataan menguatkan pemerintah sedang sekuat tenaga memerangi corona.

Kemudian ada juga mengenai kisruh data dan angka bantuan pemerintah kepada masyarakat yang melibatkan sejumlah kepala daerah dengan Menteri Sosial bersama Menteri Pembangunan Desa Tertinggal, dan juga Menteri Keuangan.

“Bisa juga soal perbedaan data buruh terancam PHK antara Menteri Tenaga Kerja dengan data Kadin, atau versi buruh," beber Dian.

Singkatnya, Dian Permata meminta PSI gamblang menunjuk hidung menteri yang harus diganti karena tidak mampu menterjemahkan kemauan Jokowi dalam merespon efek samping Covid-19. Dengan begitu, desakan mereka tidak sekadar mencari panggung di saat Pandemik Covid-19.

"Publik akan mengganggap PSI sedang Stand Up Comedy. Tidak ada data langsung ngecap. Ini berbeda dengan karakter PSI yang sebelumnya sudah dibangun,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya