Berita

Ketua Umum Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor), Abdul Rosyid Arsyad (kemeja merah) dan Direktur Komersial Bulog, Mansyur (kemeja putih)/Istimewa

Nusantara

Tekan Harga Gula, Bulog Gandeng Rekor Dan KPP Gelar Operasi Pasar

JUMAT, 22 MEI 2020 | 03:40 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Mahalnya harga gula pasir di pasaran membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) menggandeng Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) seluruh Indonesia untuk menggelar operasi pasar.

"Diketahui saat ini harga gula di pasaran sudah mencapai Rp 18 ribu per kilo. Oleh karena itu kami bersama rumah ekonomi rakyat, melakukan operasi pasar ini untuk menekan harga gula pasir," kata Direktur Komersial Bulog, Mansur saat melakukan operasi pasar di Pasar Kalimalang, Cakung Barat, Jakarta Timur, Kamis (21/5).

Mansur menjelaskan, dalam operasi pasar kali ini, pihaknya menurunkan puluhan ton ke satu pasar dan 150 ton gula kepada Rekor setiap harinya untuk dipasarkan kepada seluruh masyarakat Jakarta dan Banten.


"Kami harap dengan operasi ini dapat menurunkan dan menstabilkan harga gula," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) yang juga Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP), Abdul Rosyid Arsyad akan memasarkan gula pasir milik Bulog tersebut melalui anggota Rekor yang saat ini sudah tersebar di beberapa wilayah Jakarta dan Banten, termasuk pasar tradisional.

"Ribuan anggota ini yang nantinya akan menjadi ujung tombak penstabilan harga gula dengan cara menjual langsung dari rumah anggota Rekor, kami keliling ke pasar, ke warga, ke agen/toko sekaligus pemesanan bisa lewat WA Center rumah ekonomi rakyat (rekor) 08211 235 3232 / 08577 2127 217," jelas Rosyid.

Penjualan juga dilakukan di website www.rumahekonomirakyat.id dan rekor.co.id atau bisa langsung datang ke kantor Rekor di Jalan Tipar Cakung RT09/RW07 depan Pasar Kalimalang Cakung Barat, Jakarta Timur. Penjualan pun dilakukan kepada penjual maupun konsumen langsung dengan harga lebih murah.

"Selain gula dari Bulog, kami sedang buat kemasan merk sendiri dengan nama Gula Saya. Seluruh gula berasal dari berbagai sumber produksi dengan harga Rp 12.400 bentuk kemasan per kilogram. Selain gula pasir, Rekor juga menjual beras, terigu, bawang putih, minyak goreng dan daging," tutup Rosyid.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya