Berita

Aparat Kepolisian dari Polsek dan Polres Metro Bekasi saat memukul mundur massa PSHT/RMOL

Presisi

Lima Saksi Diperiksa Polisi Dalam Bentrok PSHT Vs Pemuda Pancasila, Belum Ada Tersangka

JUMAT, 22 MEI 2020 | 02:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak lima orang saksi pasca bentrokan antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Kamis petang (21/5), telah diperiksa Polres Metro Bekasi.

"Saksi yang sudah kita mintain keterangan itu ada sekitar lima, namun akan bertambah terus karena memang prosesnya akan terus berjalan dan juga kita akan selesaikan sampai tuntas sesuai dengan prosedur hukum yang kami lakukan," ucap Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko kepada wartawan di Polsek Bekasi Kota, Jumat dini hari (22/5).

Wijonarko melanjutkan, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka atas bentrokan tersebut yang mengakibatkan empat kendaraan seperti motor dibakar dan dua bangunan, yakni Posko PP dan warung makan milik anggota PSHT rusak.


"Sementara belum (ada tersangka), ini kan masih proses penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, termasuk mintai keterangan saksi-saksi. Nanti ketika sudah ada dan diamankan, baru kami akan sampaikan kembali," jelas Wijonarko.

Bentrokan terjadi antara dua ormas yakni PP dengan PSHT di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Kota Bekasi pada Kamis (21/5) menjelang buka puasa atau sekitar pukul 18.00 WIB.

Bentrokan itu dipicu lantaran persoalan utang kopi. Hal itu berdasarkan pengakuan warga setempat lokasi bentrokan serta pengakuan salah satu anggota PSHT yang menyebut bahwa oknum anggota PP membeli minuman kopi namun tidak membayar.

Saat ditagih untuk membayar, oknum PP melakukan tindakan pengeroyokan terhadap pemilik warung yang merupakan anggota PSHT. Insiden pengeroyokan tersebut pun berujung bentrokan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya