Berita

Mujahid 212, Damai Hari Lubis/Net

Politik

Mujahid 212: Hukum Tajam Ke Ulama Tumpul Ke Pejabat Tanda Kekuasaan Akan Runtuh

KAMIS, 21 MEI 2020 | 11:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Beda perlakuan hukum negara kepada Bahar bin Smith dengan Ketua MPR, Bambang Soesatyo dianggap menjadi tanda-tanda akan runtuhnya kekuasaan.

Begitu tegas Mujahid 212, Damai Hari Lubis merespon adanya beda perlakuan hukum terhadap ulama dan pejabat negara.

"Tajam ke ulama, kebal ke pejabat negara. Itu tanda-tanda akan runtuhnya kekuasaan suatu negara," ucap Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).


Damai mengkritik keras penangkapan Habib Bahar dengan pengawalan super ketat. Apalagi, Habib Bahar dibawa ke Lapas Gunung Sindur dan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan yang merupakan lapas berisi narapidana teroris.

"Tidak pantas Polri mengawal penangkapan kembali HBS (Habib Bahar Smith) yang sedang menjamu murid-muridnya serta jamaahnya yang kangen. Bak penjahat kelas kakap atau bagai teroris yang telah membunuh puluhan orang yang tak bersalah," kata Damai.

Dalam hal ini, Damai menyayangkan pisau hukum yang tumpul pada Ketua MPR, Bambang Soesatyo yang dianggap sama-sama melakukan pelanggaran terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ketua MPR cukup mengaku salah dan minta maaf. Padahal kuat diduga melanggar PSBB Jo. Pergub DKI 33/2020 disentuh pun tidak sama sekali," jelas Damai.

Dengan demikian, kata Damai, ketidakadilan yang berulang kali terjadi atas perlakuan hukum antara ulama dengan pejabat negara akan berdampak pada jatuhnya tirani kekuasaan.

"Ketidakadilan yang berulang-ulang model inilah yang akan menjatuhkan tirani kekuasaan para penguasa dalam catatan-catatan sejarah kepemimpinan suatu negara," pungkas Damai.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya