Berita

Saleh Partonan Daulay/RMOL

Politik

Kritikan JK Tepat, Virus Corona Masih Banyak Menelan Korban

KAMIS, 21 MEI 2020 | 11:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritikan yang dilontarkan mantan Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla terhadap ajakan Presiden Joko Widodo berdamai dengan virus corona dinilai sangat tepat.

Pasalnya, hingga kini di lapangan masih banyak jumlah korban akibat keganasan virus tersebut.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partonan Daulay kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).


"Saya kira apa yang disampaikan oleh Pak Jusuf Kalla itu sangat benar, bahwa memang kita tidak bisa memandang sebelah mata terhadap penyebaran virus corona ini," ujar Saleh Daulay.

"Karena sampai hari ini faktanya bahwa virus ini masih banyak menelan korban," imbuhnya menambahkan.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menegaskan, jika ajakan berdamai dengan Covid-19 akan membuat masyarakat Indonesia bisa terhindar dari wabah maka sudah selayaknya.

Namun, jika yang terjadi justru sebaliknya maka ajakan berdamai dengan Covid-19 masih perlu kajian mendalam.

"Itu yang namanya damai. Tapi justru kalau virus terus merajalela ya justru bukan damai," ucap Saleh Daulay.

"Oleh karena itu memang saya kira harus ada upaya-upaya konkret dari pemerintah untuk mewujudkan apa yang disebut dengan berdamai versinya Presiden itu. Itu kan nggak jelas itu," tutup legislator dari dapil Sumut II ini.

Jusuf Kalla sebelumnya menyebut, ajakan Presiden Jokowi kepada masyarakat agar berdamai dengan Covid-19 masih sangat berbahaya jika dilakukan saat ini. Sebab, hal itu dikhawatirkan justru akan menimbulkan banyak korban.

"Tapi bukan berarti kita berdamai, enggak. Karena risikonya mati. Ya bisa saja tapi korbannya banyak," kata JK yang juga Ketua PMI itu beberapa waktu lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya