Berita

Gus Nabil meminta pemerintah lebih menghargai tenaga medis/Net

Politik

Bukan Hanya Bereskan Kebijakan Antar-Kementerian, Pemerintah Juga Harus Lebih Hargai Tenaga Medis

KAMIS, 21 MEI 2020 | 08:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebingungan melanda masyarakat di tengah perjuangan mereka mengatasi penyebaran virus corona baru (Covid-19). Hal ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang saling tumpang tindih.

Hingga akhirnya tagar #IndonesiaTerserah yang merupakan ungkapan kekecewaan para tenaga medis pun ramai di media sosial. Mereka kecewa karena perjuangan yang dilakukan selama ini seolah tak dihargai, baik oleh pemerintah maupun masyarakat umum yang dengan cuek memenuhi mal dan tetap beraktivitas di luar rumah.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Nabil Haroen, pemantik tagar tersebut lantaran adanya fakta mengenai kerumunan masyarakat di McD Sarinah dan mencapai puncaknya saat pemerintah mengeluarkan kebijakan membuka seluruh moda transportasi. Membuat ribuan masyarakat berbondong-bondong ke bandara Soekarno-Hatta untuk keluar dari Jakarta.


Atas dasar tersebut, pria yang karib disapa Gus Nabil ini mendesak dan meminta pemerintah dapat menyusun kembali kebijakan-kebijakan antarkementerian yang tidak terpadu.

“Ada beberapa kebijakan yang saling bertolak belakang, misalnya antara PSBB dengan kebijakan transportasi antarkawasan. Kebijakan-kebijakan yang tidak sinkron, menjadikan warga semakin bingung sekaligus kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah,” kata Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).

“Komunikasi mitigasi pandemik tidak komprehensif, dan fakta di lapangan menujukkan itu,” tegasnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini juga meminta pemerintah agar lebih menghargai para tenaga medis yang menjadi garda terdepan percepatan penanganan Covid-19 melalui kebijakan yang tidak membuat masyarakat bingung.

“Pemerintah harus menghargai perjuangan tenaga medis Indonesia, juga dukungan orang-orang yang selama ini diam di rumah untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19,” paparnya.

Dia menambahkan kebijakan antarkementerian harus sinkron guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, agar apa yang telah dilakukan masyarakat selama ini membuahkan hasil. Virus corona jenis baru itu mampu ditekan penyebarannya lewat kedisplinan masyarakat mentaati aturan PSBB.

“Jadi jelas bahwa jangan sampai perjuangan panjang ini sia-sia, karena kebijakan yang salah sasaran dan komunikasi antarkementrian/antarpejabat yang tidak terpadu,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya