Berita

Kritikan Jusuf Kalla terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo dianggap mewakili rakyat Indonesia/Net

Politik

Kritik JK Mewakili Sebagian Besar Masyarakat Indonesia

KAMIS, 21 MEI 2020 | 08:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kritik yang disampaikan oleh mantan Presiden RI, Jusuf Kalla, terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi pandemik Covid-19 dinilai mewakili perasaan rakyat Indonesia saat ini.

"Sekilas (kritikan JK) memang tampak rasional dan mewakili sebagian besar masyarakat Indonesia dengan pendapatnya yang sangat rasionallah," ucap analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).

Karena, kata Geradi, Covid-19 merupakan sesuatu yang tidak bisa diukur cara mengalahkannya. Pun tidak tahu sampai kapan Corona akan terus menjangkiti, serta tidak tahu kapan punya senjata melawan corona.


"Nah maka dari itu sampai sekarang pun saya pikir Pak JK juga menilai itu, bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah strategi yang jelas untuk mengalahkan Corona ini dengan cara apa pun. Justru yang terjadi sekarang adalah mau melonggarkan PSBB," jelas Geradi.

Sehingga, lanjut Geradi, pernyataan Presiden Jokowi agar rakyat hidup berdamai dengan Corona merupakan pernyataan yang lucu.

"Ini saya pikir juga menjadi sesuatu yang lucu. Karena itu sama saja begini, kita tidak tahu bagaimana cara melawannya, tapi kita disuruh untuk merangkul musuh kita gitu. Padahal kita tidak punya pertahanan diri yang kuat untuk melawan musuh kita itu," terang Geradi.

"Jadi ini pandangan yang menurut saya dari pemerintah sendiri. Menurut saya ini pandangan yang sangat naif ya, seolah-olah Corona ini adalah seperti manusia dan bisa dihadapi dengan sebuah kompromi," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya