Berita

Presiden Joko Widodo/Repro

Politik

Jokowi Imbau Berdamai Dengan Corona, Demokrat: Kalau Mati Ide Jangan Minta Rakyat Yang Mengurusi

KAMIS, 21 MEI 2020 | 01:01 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia agar berdamai dengan wabah virus corona baru (Covi-19).  Kepala Negara ingin masyarakat Indonesia berkompromi dan membiasakan kehidupan baru ditengah pandemik Covid-19.

Merespons ajakan Jokowi, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Muhammad Rifai Darus menilai keinginan Jokowi beraroma pesimisme.

Ia mengaku heran dengan ajakan Jokowi. Putra Papua itu mempertanyakan apakah pernyataan Jokowi berbasis data dan evaluasi.


"Aroma pesimistis tercium, benar ekonomi kondisi sakit dan rakyat butuh duit, tapi perhatikan pula covid-19 masih terus menjangkit, kurva juga belum melandai dan terus melejit," demikian kara MRD -sapaan akrabnya- kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (20/5).

Pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Development Review ini juga menyoroti dampak pernyataan Jokowi yang menyakitkan bagi para tenaga medis yang berjuang menangani setiap pasien terjangkit virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China ini.

"Sekali terucap pemimpin beginilah terjadi, jalanan kini sudah ramai, gerbong kereta penuh sesak pegawai, pasar memulai transaksi jual beli. tenaga medis tentu perih melihat ini," kata MRD.

Menurut MRD, seharusnya Jokowi memastikan terlebih dahulu Indonesia mampu keluar dari pandemik Covid-19. Ia prihatin dengan sikap Jokowi yang terkesan kehilangan ide untuk menangani dan melempar masalah ke rakyat dengan mengurusi diri mereka sendiri.

"Jangan karena mati ide dan tak mampu lalu meminta masyarakat mengurus diri sendiri tentang corona dengan istilah new normal," demikian kata Ketum DPP KNPI ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya