Berita

Bivitri Susanti/Net

Politik

Kurang Efektifnya Penanganan Corona Karena Sejak Awal Tidak Ada Instruksi Yang Jelas

RABU, 20 MEI 2020 | 20:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti berpendapat, tidak efektifnya penanganan pandemik virus corona baru atau Covid-19 banyak salah satu faktor penyebabnya ialah tidak adanya komando yang jelas diawal.

“Tidak ada komando yang jelas dari awal dan tidak ada komunikasi publik yang jelas. Ingat, ini pandemik instruksi harus jelas supaya tidak ada kebingungan, kepanikan dan ketakutan,” kata Bivitri dalam diskusi virtual bertema ‘PSBB: Policy Setengah Basa Basi’, Rabu (20/5).

Di sisi lain, Bivitri juga menyoroti persoalan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diambil oleh beberapa daerah antara lain, terlambatnya mengambil kebijakan penanganan Covid-19 lantaran ketidakpercayaan kepada sains.


Kemudian, adanya kebingunan penerapan dari sisi kerangka hukum apakah menerapkan PSBB atau karantina wilayah. Dan yang lebih fatal ialah ketiadaan data yang dapat diandalkan.

“Karena pada prinsipnya, konsistensi peraturan dan komunikasi itu juga akan berpengaruh kepada ketaatan masyarakat pada hukum (dalam rangka penerapan PSBB),” ujar dia.

Bisa dibayangkan, kata Bivitri jika pemerintah tidak konsisten dan komunikasinya buruk atau berbeda-beda dalam kerangka penanganan Covid-19. Maka, Bivitri menekankan masyarakat tak bisa disalahkan jika kemudian banyak yang melanggar PSBB dan physical distancing.

“Jadi kesimpulan saya kita ada masalah dalam penerapan kebijakan terkait penanganan Covid-19 itu sendiri,” pungkas Bivitri.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya