Berita

Politisi PKB yang sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh/Repro

Politik

Di Mata PKB, Pemerintah Belum Terlihat Punya Grand Design Penanganan Covid-19

RABU, 20 MEI 2020 | 18:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Belum ada grand design yang secara konkret solutif dari pemerintah dalam menangani wabah virus corona baru atau Covid-19 di tanah air.

Hal itu terlihat dari sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah dan terbukti belum efektif menangani Covid-19.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh saat mengisi diskusi daring yang digelar CISDI bertajuk "Kendali Penanganan Covid-19: Milik Pusat atau Daerah?", Rabu (20/5) sore.


"Sampai sekarang saya belum melihat grand desain pemerintah pusat dalam menangani Covid-19 ini," ujarnya.

Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh, menilai grand design pemerintah pusat baik dalam rangka memproteksi kesehatan masyarakat maupun proteksi ekonomi, belum terlihat jelas.

Sejak awal mula diingatkan DPR pada pertengahan Januari silam, pemerintah cenderung mengabaikan masukan wakil rakyat dan pada akhirnya masih juga belum terlihat grand design kebijakan yang konkret tersebut.

"Sehingga efeknya jadi luar biasa dalam pengambilan kebijakan," sesal Politisi PKB ini.

Apalagi, lanjutnya, ketidakkompakan pemerintah pusat dengan daerah, belum lagi antar Kementerian masih saling mengoreksi pernyataan satu dengan yang lainnya menyoal penanganan Covid-19.

"Contoh, tidaj tertamparnya pemerintah pusat ketika tiba-tiba Tegal Papua melakukan lockdown sendiri? Padahal, saat itu belum mengeluarkan Covid-19 ini sebagai bencana nasional," tuturnya.

"PSBB ini yang harus menentukan adalah pemerintah pusat. Ini hanya sekadar menjadi kebijakan saja, tidak ada law enforcement yang kuat diinternal sendiri. Sehingga memang belum ada grand design yang cukup kuat yang bisa mendelivery kebijakan-kebijakan pusat hingga ke daerah," demikian Ninik.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya