Berita

Aparat menjaga keamanan lockdown di China/Net

Dunia

Bantah 24 Tuduhan Tidak Masuk Akal Yang Dilancarkan AS, China Kutip Kata Lincoln: Anda Tidak Bisa Bodohi Semua Orang Sepanjang Waktu

SENIN, 11 MEI 2020 | 06:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China mengeluarkan bantahannya terhadap tuduhan-tuduhan politisi Amerika Serikat terkait virus corona. Bantahan itu ditayangkan pada laman kementerian luar negeri china dalam sebuah artikel setebal 30 halaman dan 11.000 kata, dengan menyebutnya sebagai ‘24 tuduhan tidak masuk akal’.

Artikel tersebut diawali dengan  mengutip kalimat Abraham Lincoln, presiden AS abad ke-19:  "Seperti yang dikatakan Lincoln, Anda dapat membodohi beberapa orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak bisa membodohi semua orang sepanjang waktu."

Artikel itu juga mengutip laporan media yang mengatakan warga Amerika telah terinfeksi virus tersebut sebelum kasus pertama dikonfirmasi di Wuhan. Meski tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu yang terjadi, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (10/5).


Artikel itu juga memberikan garis waktu bagaimana China telah memberikan informasi kepada komunitas internasional dengan cara yang tepat waktu, terbuka dan transparan untuk membantah tuduhan AS yang menyebut mereka lamban dalam bereaksi.

Artikel itu juga menolak kritik Barat atas penanganan Beijing terhadap kasus Li Wenliang, seorang dokter berusia 34 tahun, yang telah berusaha memberikan peringatan awal kasus virus ini.

Artikel kementerian itu mengatakan Li bukan whistlerblower dan dia tidak pernah ditangkap. Ini tentu sangat bertolak belakang dengan apa yang digembar-gemborkan pihak AS.

Selama seminggu ini Kementerian Luar Negeri China telah mengerahkan seluruh upayanya lewat briefing hariannya untuk menolak tuduhan politisi AS, terutama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, yang selalu menyebut China telah menahan informasi tentang virus corona dan bahwa virus itu berasal dari sebuah laboratorium di kota Wuhan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya