Berita

Bank Indonesia/Net

Politik

BI Didesak Cetak Uang, Dradjad Wibowo: Obligasi Tertekan, Sumur Utang Semakin Kering

SENIN, 11 MEI 2020 | 01:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keuangan negara ambruk dihantam wabah Covid-19. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo didesak Badan Anggaran DPR RI untuk segera mencetak uang atau printing money guna menyelamatkan perekonomian nasional.

Ekonom senior Indef Dradjad H. Wibowo menguraikan, Gubernur BI harus mempertimbangkan usulan badan anggaran tersebut lantaran pasar surat utang negara semakin tidak kondusif.

“Obligasi negara dengan tenor 10 tahun makin tertekan. Bahasa gampangnya, sumur utang semakin kering,” ujar Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/5).


Selain itu, kata Dradjad, penerimaan pajak negara jeblok. Pemerintah pun kesulitan mencari sumber uang. Terlebih hampir di seluruh dunia mengalami krisis ekonomi yang sama akibat dampak negatif sentimen wabah Covid-19.

“Pajak jeblok, sumur utang mengering, lari lah ke BI. BI harus membeli obligasi dari Kemenkeu. Istilahnya, monetisasi defisit. Ini ongkos ekonominya bisa mahal sekali. Itu pun BI hanya sanggup maksimal Rp 125 triliun,” katanya.

Pemerintah memiliki dana abadi yang dinilai Dewan Kehormatan PAN ini tidak cukup untuk menjadi stimulus ekonomi pasca Covid-19 berlalu.

“Setelah itu, dana abadi pemerintah pun diambil. Itu juga tidak cukup. Ambil lagi dari Badan Layanan Umum (BLU) dan private placement dari BUMN, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), LPS. Apakah cukup? Bisa jadi belum,” jelasnya.

Dradjad mengatakan kondisi ekonomi saat ini, total pembiayaan utang negara dipatok naik empat kali lipat dari Rp 352 triliun menjadi Rp 1.440 triliun.

“Itu pun dengan basis hitungan “stimulus” Covid-19 sebesar Rp 405,1 triliun, meskipun tambahan belanja negara hanya Rp 73,34 triliun. Jika mengikuti hitungan Kadin, di mana kebutuhan stimulusnya mencapai Rp 1 600 triliun, jelas “sumur uang” nya tidak cukup,” tutupnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya