Berita

Doktor ilmu politik dan pemerintahan lulusan Cornell University, Daniel Dhakidae/Net

Politik

China Efektif Tangani Corona Karena Otoriter, Sedangkan Indonesia Tergantung Leadership Jokowi

MINGGU, 10 MEI 2020 | 22:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Virus corona baru (Covid-19) dinilai sebagai wabah yang memiliki karakteristik baru dan mengejutkan seluruh dunia. Dalam penanganannya, perlu melibatkan beragam aspek ilmu pengetahuan, mulai dari social sciences, political science, hingga ilmu administrasi, ekonomi dan komunikasi.

Demikian disampaikan doktor ilmu politik dan pemerintahan lulusan Cornell University, Daniel Dhakidae dalam diskusi bertajuk 'Biarkan ilmu pengetahuan memandu: mendorong kebijakan berbasis riset di masa pandemi', Sabtu (9/5).

"Dilihat dari ilmu politik, semuanya menyangkut sistem politik yang berbeda-beda dari setiap negara," kata Daniel Dhakidae.


Seperti di China, negara pertama yang terjangkit virus Covid-19. Sebagai negara yang menganut sistem otoriter, China dianggap sukses dan efektif dalam menangani Covid-19.

"Sistem otoriter memiliki struktur komando yang jelas dan otoriter dalam arti semua komando akan bergerak. itulah yang membuat China efektif," urainya.

Namun Indonesia sedikit berbeda. Dengan sistem demokratis, kata dia, penanganan Covid-19 akan memakan waktu lebih lama. Namun dalam situasi khusus dan darurat karena menyangkut kematian, perlu juga tindakan khusus yang dilakukan pemerintah.

"Suatu (kebijakan) yang darurat, yang dengan sendirinya menjadi wewenang presiden. Di sini sebenarnya leadership Jokowi itu diuji. Kita kesulitan menghadapi sistem kita sendiri seperti otonomi daerah. Siapa yang harus mengambil keputusan besar menjadi soal sulit?" tegasnya.

Namun sejauh ini, pemimpin redaksi Majalah Prisma ini melihat tanggapan kebijakan sangat aneh. Dijelaskan, kebijakan pemerintah seperti total ignorance atau tidak peduli terhadap karakter dan inti wabah tersebut.

"Seperti kehilangan tempat ke mana bertanya. Denial, pengingkaran, seolah-olah wabah itu tidak akan menyerang Indonesia. Menteri Kesehatan secara demonstrative menolak mengenakan masker," kritiknya.

Oleh karenanya, penanganan wabah Covid-19 yang kini masih menjangkit Tanah Air akan sangat tergantung pada kepemimpinan kepala negara, dalam hal ini Presiden Joko Widodo dalam setiap mengambil kebijakan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya