Berita

Presiden Jokowi dan Menhub Budi Karya Sumadi/Net

Politik

Selain Tolak TKA China, MUI Se Indonesia Desak Jokowi Tidak Cabut Larangan Operasi Transportasi Umum

SABTU, 09 MEI 2020 | 20:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Selain tegas menolak rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mencabut kebijakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang berencana memberikan izin operasi seluruh moda transportasi umum.

Hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Demikian ditegaskan Jurubicara DP-MUI yang juga Ketua Umum DP-MUI Provinsi DKI Jakarta, Munahar Muchtar dalam keterangannya yang diterima redaksi, Sabtu (9/5).


"Meminta dengan tegas kepada Presiden RI untuk membatalkan kebijakan Menteri Perhubungan yang membuka dan melonggarkan moda transportasi baik darat, laut maupun udara," tegasnya.

Munahar Muchtar menilai, rencana kebijakan tersebut diyakini akan mempersulit pemutusan rantai penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia. Karena itu, Kepala Negara harus tegas menertibkan Menterinya yang tidak sejalan dengan sikap pemerintah.

"Sebelum penyebaran dan penularan Covid-19 ini benar-benar dapat terkendali dan menjamin tidak akan ada lagi penularan baru," ucapnya.

Selain itu, DP-MUI juga meminta pemerintah untuk mengindahkan amanat konstitusi UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 ini.

"Dewan Pimpinan MUI se-Indonesia mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk tetap konsisten dan berkomitmen dalam menegakkan Pancasila dan UUD Tahun 1945 dalam setiap kebijakannya," tegasnya.

"Kamipun bertekat akan senantiasa menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," demikian Munahar Muchtar.

Sekadar informasi, pernyataan sikap resmi DP-MUI ini ditandatangani oleh perwakilan Ketua Umum DP-MUI dari 32 provinsi di seluruh Indonesia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya