Berita

Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil/Net

Politik

Anggota DPR: Dimana Keberadaan Negara Saat 3 ABK WNI Dibuang Ke Laut Lepas

SABTU, 09 MEI 2020 | 08:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus meninggalnya tiga ABK WNI di kapal China dan jenazahnya di larungkan ke laut, seolah menunjukkan anomali bahwa Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Demikian ditegaskan anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/5).

"Kasus tewasnya 3 ABK WNI di Kapal China yang kemudian jenazahnya dibuang ke laut, menjelaskan kepada dunia bahwa sebagai sebuah negara yang berdaulat Indonesia, tidak hadir dan tak mampu memuliakan warga negaranya sendiri," kata dia.


Legislator PKS asal Aceh ini menyesalkan tragedi nahas itu menimpa WNI yang bekerja ke luar negeri itu sampai luput dari perhatian negera.  

"Padahal, mereka bekerja di kapal China itu, bisa jadi karena tidak mendapat pekerjaan di negerinya sendiri," sesal Nasir Djamil.

Dia lantas mempertanyakan kehadiran negara atas kasus yang menewaskan sedikitnya tiga orang WNI yang jenazahnya dilarungkan ke laut lepas.

"Pertanyaanya kemana negara? Kok jenazah mereka dibuang ke laut? Di mana kementerian terkait yang seharusnya bertanggungjawab dengan mereka? Apa negara ini tidak memikirkan bahwa ABK itu memiliki keluarga? Bagaimana sedihnya perasaan keluarga saat mereka mengetahui anaknya atau suaminya atau ayahnya dibuang ke laut?" tuturnya.

Lebih lanjut, Nasir Djamil menegaskan bahwa kasus ini merupakan tamparan keras dari negara pemilik kapal berbendera China, Long Xin 629 dan Long Xin 604 itu.

"Ketidakhadiran negara adalah bentuk pelecehan terhadap Indonesia," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya