Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

PKS Desak Pemerintah Cari Tahu Penyebab ABK WNI Meninggal Di Kapal China

JUMAT, 08 MEI 2020 | 11:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah tidak boleh mengabaikan peristiwa meninggalnya tiga anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal berbendera China yang jenazahnya dilarung ke laut.

“Pemerintah tidak bisa mengabaikan masalah ini. Negara harus hadir membela warganya,” ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (8/5). 

Selain itu, Mardani juga meminta agar DPR membuat tim khusus untuk menelusuri dan mengawal kasus kematian tiga ABK WNI tersebut, jika ada kemungkinan ditemukan dugaan praktik pelanggaran HAM.


"DPR perlu buat tim khusus untuk mengawal kasus ini," ujar Mardani Ali Sera.

Anggota Komisi II DPR RI ini  menambahkan, pemerintah sebagai perpanjangan tangan negara, harus memberikan perlindungan terhadap semua warga negara tanpa terkecuali. Termasuk kepada para ABK di luar negeri.

"Ini tamparan keras kita sebagai bangsa. Konstitusi mengamanahkan agar kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tanah, rumah, darah kita," tegas Mardani.

"Ini skandal besar yang menimpa bangsa kita. Satu nyawa tidak dapat diganti dengan apapun," imbuhnya. 

Mardani menilai peristiwa meninggalnya ABK dan dilarung ke laut mesti ditelusuri motif dan latarbelakang kematiannya. Sebab, para ABK itu adalah WNI yang bekerja di luar negeri dan harus mendapatkan perlindungan sari negara.

"Mesti dicari akarnya. Dan itu adalah lapangan pekerjaan. Jaga semua WNI kita dimanapun berada," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya