Berita

Kamrussamad/Net

Politik

Ternyata, Pemerintah Belum Jelaskan Program Untuk Membantu UMKM Di Tengah Pandemik

JUMAT, 08 MEI 2020 | 10:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyoroti perihal dana Rp. 405,1 triliun yang digelontorkan pemerintah untuk penanganan Covid-19 yang belum menjelaskan bentuk stimulus membantu UMKM.

Hal itu diketahui usai Komisi XI DPR menggelar rapat kerja bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan juga OJK beberapa waktu lalu.

"Sebagaimana diketahui pada program stimulus pemerintah senilai Rp. 405,1 triliun belum menjelaskan program untuk membantu UMKM, karena itu kami mengusulkan agar pemerintah menyiapkan stimulus bagi UMKM," ujar Kamrussamad kepada redaksi, Jumat (8/5).


Adapun stimulus bagi UMKM yang perlu disiapkan pemerintah antara lain pinjaman kredit di bawah Rp.500 juta baik melalui koperasi, BPR, LPDB, Pegadaian, pinjaman online, perusahaan pembiayaan maupun melalui perbankan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Serta sektor informal seperti pedagang asongan, sayuran, pedagang buah lokal, pedagang ikan, penjual bakso, warteg, pedagang kaki lima yang terkena dampak negatif dari wabah Covid-19.

"Sektor UMKM dan sektor informal ini sangat besar perannya dalam menggerakan sektor riil dan menyerap tenaga kerja sangat besar dari 137 juta tenaga kerja produktif menurut Data terbaru BPS (April 2020) membuat konsumsi wilayah Jabotabeka dan Pulau Jawa menurun karena Sektor tersebut sebagian besar berhenti bekerja akibat Covid-19 dan diberlakukan PSBB," beber anggota Fraksi Gerindra ini.

Kamrussamad mengurai jika stimulus ekonomi ini dilakukan, maka jumlah penerima manfaat akan banyak seperti dari KUR yang memiliki jumlah debitur 8,33 juta orang, ultra mikro sebanyak 1 juta debitur, pegadaian 10,6 juta debitur, mekaar 6,08 juta debitur, LPDB 30,1 juta debitur, UMKM online 3,7 juta debitur.

Selanjutnya, koperasi penyalur ultra mikro sebanyak 1,7 juta debitur, Lembaga Pengelolaan Modal Usaha sektor perikanan dan kelautan sebanyak 16,8 juta debitur, serta pinjaman petani sebanyak 5,5 juta debitur.

"Inilah sektor yang harus diprioritaskan pemerintah," tegas Kamrussamad.

Dia menambahkan nilai stimulus diperkirakan untuk subsidi pembayaran bunga senilai Rp. 34,15 Triliun dan penundaan pokok pinjaman senilai Rp. 285,09 triliun.

"Dengan jangkauan jumlah debitur penerima subsidi bunga mencapai 60,66 juta rekening pelaku UMKM dan Ultra Mikro dan total outstanding kredit penerkma subsidi bunga mencapai Rp. 1.601,75 triliun tersebut ini jalan keluar untuk menyelamatkan UMKM Indonesia," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya