Berita

Penembakan di Masjid Al-Noor Islamic Center di Oslo, Norwegia/Net

Dunia

Pemuda Norwegia Bunuh Adik Tirinya Yang Etnis Tionghoa Dan Memborbardir Masjid, Klaim Tindakannya Adalah Keadilan

JUMAT, 08 MEI 2020 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang pria Norwegia yang didakwa membunuh saudara tirinya yang etnis Tionghoa mengatakan pada hari pertama persidangannya, bahwa apa yang dilakukannya adalah tindakan 'keadilan darurat'. Bahkan, ia menyesal tidak membuat kerusakan lebih parah lagi.

Philip Manshaus muncul di pengadilan di sebelah barat ibukota Norwegia pada Kamis (7/5) waktu setempat dan membantah tuduhan pembunuhan dan teror yang dibacakan kepadanya oleh seorang jaksa penuntut.

Kantor berita Norwegia NTB, menulis dia telah mengakui fakta tetapi membantah tuduhan itu, dan mengatakan dia menentang imigrasi non-Barat, seperti dikutip dari ABC News, Kamis (7/5).


Broadcaster NRK mengatakan bahwa selama kesaksiannya terdakwa berbicara tentang pandangan rasialnya sendiri dan mengkritik mereka yang memeras sosialisme nasional.

Manshaus menggambarkan bagaimana ia membunuh saudara tirinya yang berusia 17 tahun , Johanne Zhangjia Ihle-Hansen, dengan menembaknya empat kali, tiga di kepala dan satu di dada, dengan senapan berburu di rumah mereka di pinggiran Baerum, Oslo.

Ihle-Hansen diadopsi dari Tiongkok saat berusia dua tahun oleh keluarga Manshaus.

Setelah menembak, Manshaus pergi ke masjid terdekat di mana tiga pria sedang mempersiapkan perayaan Idul Adha.

Manshaus ketika itu mengenakan helm dengan kamera video terpasang dan rompi anti peluru. Dia juga membawa senapan berburu lalu menembak empat kali di pintu kaca. Manshaus kemudian berhasil dilumpuhkan oleh  salah satu orang yang ada di masjid, Muhammad Rafiq.

"Saya melakukan semua yang saya bisa untuk melakukan serangan itu," kata Manshaus di pengadilan.

Sekitar 30 saksi, termasuk orang-orang di masjid dan ayah dari terdakwa, hadir untuk memberikan kesaksiannya. Jika terbukti bersalah, Manshaus menghadapi 21 tahun penjara. Penuntut mengatakan akan mempertimbangkan hukuman di mana ia akan dikirim ke fasilitas mental yang aman selama ia dianggap berbahaya bagi orang lain.

Media Norwegia melaporkan terdakwa terinspirasi oleh penembakan pada bulan Maret 2019 di Selandia Baru, di mana seorang pria bersenjata menyerang dua masjid, menewaskan 51 orang, dan pada peristiwa Agustus 2019 di El Paso, Texas, di mana seorang penyerang menargetkan warga Hispanik dan menewaskan sedikitnya 22 orang.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan orang-orang kepada aksi ekstrimis sayap kanan Norwegia Anders Behring Breivik, yang pada 2011 menewaskan 77 orang dalam serangan bom dan penembakan. Breivik kemudian menjalani hukuman penjara 21 tahun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya