Sekolah di China Mulai Aktif Kembali/Net
Otoritas kesehatan China mengumumkan kasus-kasus virus corona mulai menurun bahkan cenderung sangat rendah. Dalam tiga minggu terakhir tidak ada angka kematian karena Covid-19 di negara itu dan hanya ada dua kasus baru di Kamis (7/5).
Dua kasus baru itu adalah import case. Kedua pasien itu datang dari luar negeri.
Badan Kesehatan Nasional China mencatat, ada 295 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit dan 884 orang lainnya yang terinfeksi berada di bawah isolasi dan keberadaannya dalam pemantauan.
Kawasan terakhir di China yang diturunkan dari risiko tinggi ke rendah adalah kawasan Linkou, di luar kota Mudanjiang, di provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia. Pihak berwenang menutup rumah sakit lapangan darurat di wilayah tersebut. Penutupan perbatasan dan pembatasan jarak fisik yang ketat tampaknya telah menurunkan angka kasus baru menjadi nol, seperti dikutip dari
AP, Kamis (7/5).
Pekan ini pemerintah China mengendorkan berbagai pembatasan sosial untuk mengembalikan situasi ke kondisi normal.
Berbagai sekolah di Wuhan kembali beraktivitas pada Rabu (6/5). Namun khusus untuk siswa kelas 9 dan 12 yang bakal menghadapi ujian akhir jelang musim panas mendatang. Bagi pelajar kelas 12, ujian akhir itu akan menentukan universitas yang bisa masuki pada jenjang perguruan tinggi.
Setiap pelajar wajib menjalani tes virus corona sebelum diizinkan mengikuti aktivitas belajar-mengajar. Pihak sekolah pun diwajibkan menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak di kelas dan kantin.
Toko dan beberapa pusat bisnis memang telah dibuka sejak Maret lalu untuk menopang perekonomian dan tetap harus memenuhi ketentuan di bawah protokoler kesehatan. Yang mengejutkan, di tengah pandemik angka pertumbuhan ekspor China secara tak terduga naik pada bulan April.
Peningkatan itu diduga karena pabrik-pabrik berpacu untuk mengejar kerugian selama wabah corona.