Berita

Sekolah di China Mulai Aktif Kembali/Net

Dunia

Angka Kasus Virus Corona Di China Semakin Menurun, Dalam Tiga Pekan Tidak Ada Kematian Karena Covid-19

JUMAT, 08 MEI 2020 | 06:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas kesehatan China mengumumkan kasus-kasus virus corona mulai menurun bahkan cenderung sangat rendah. Dalam tiga minggu terakhir tidak ada angka kematian karena Covid-19 di negara itu dan hanya ada dua kasus baru di Kamis (7/5).

Dua kasus baru itu adalah import case. Kedua pasien itu datang dari luar negeri.

Badan Kesehatan Nasional China mencatat, ada 295 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit dan 884 orang lainnya yang terinfeksi berada di bawah isolasi dan keberadaannya dalam pemantauan.


Kawasan terakhir di China yang diturunkan dari risiko tinggi ke rendah adalah kawasan Linkou, di luar kota Mudanjiang, di provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia. Pihak berwenang menutup rumah sakit lapangan darurat di wilayah tersebut. Penutupan perbatasan dan pembatasan jarak fisik  yang ketat tampaknya telah menurunkan angka kasus baru menjadi nol, seperti dikutip dari AP, Kamis (7/5).

Pekan ini pemerintah China mengendorkan berbagai pembatasan sosial untuk mengembalikan situasi ke kondisi normal.

Berbagai sekolah di Wuhan kembali beraktivitas pada Rabu (6/5). Namun khusus untuk siswa kelas 9 dan 12 yang bakal menghadapi ujian akhir jelang musim panas mendatang. Bagi pelajar kelas 12, ujian akhir itu akan menentukan universitas yang bisa masuki pada jenjang perguruan tinggi.

Setiap pelajar wajib menjalani tes virus corona sebelum diizinkan mengikuti aktivitas belajar-mengajar. Pihak sekolah pun diwajibkan menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak di kelas dan kantin.

Toko dan beberapa pusat bisnis memang telah dibuka sejak Maret lalu untuk menopang perekonomian dan tetap harus memenuhi ketentuan di bawah protokoler kesehatan. Yang mengejutkan, di tengah pandemik angka pertumbuhan ekspor China secara tak terduga naik pada bulan April.

Peningkatan itu diduga karena pabrik-pabrik berpacu untuk mengejar kerugian selama wabah corona.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya