Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Ahli Penyakit Menular AS: Indonesia Harus Tetap Waspada, Kondisi Normal Tidak Bisa Dicapai Dalam Satu Bulan

KAMIS, 07 MEI 2020 | 14:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Federal Amerika Serikat telah menyelesaikan panduan aturan diam di rumah pada pekan ini. Sejak beberapa hari kemarin, aktivias warga sudah terlihat.

Bar dan toko kue sudah membuka kedainya. Begitu juga dengan suparsmarket, pusat kebugaran, dan beberapa industri lainnya. Bahkan, Texas, negara bagian terbesar kedua yang memiliki angka kasus sebanyak 32.000 juga telah menyudahi aturan lockdown, seperti dikutip dari unggahan VOA.  

Beberapa lokasi masih memutuskan aturan lockdown. Meski gelombang protes bermunculan di berbagai negara bagian lain untuk segera membuka kegiatan perekonomian, tetapi jika melihat berbagai poling menunjukkan 58 sampai 81 persen warga Amerika mendukung perpanjangan perintah tinggal di rumah, setidaknya untuk saat ini.


Berbagai model prediksi wabah virus corona yang dirilis pusat pencegahan penyakit menular AS menunjukkan total korban wabah ini bisa mencapai 100 ribu hingga 150 ribu jiwa sampai bulan Mei.

Untuk menghindari wabah virus corona seperti Amerika Serikat, Indonesia perlu menekankan pentingnya kesadaran diri untuk tetap tinggal di rumah, tidak bepergian dan tetap menjaga kebersihan. Terlepas dari kebijakan-kebijakan yang diambil maupun tidak diambil pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing masing.

Kesadaran diri ini penting mengingat jutaan warga Indonesia menyatakan akan tetap mudik di tengah pandemik.

Ahli penyakit menular Universitas George Washington, Dokter Laura Guay berpendapat, kondisi normal tidak bisa dicapai dalam waktu satu bulan. Baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia.

"Melihat kondisi banyak negara saat ini, kemungkinan keadaan kembali membaik dalam satu bulan akan sangat sulit. Di Amerika Serikat, Paskah adalah hari raya besar yang telah lewat. Orang-orang berharap mereka bisa mengunjungi keluarga, bisa beribadah ke gereja, tapi kenyataannya Paskah dirayakan secara virtual," ujar Laura Guay dalam unggahan video VOA.

Hal ini kontras dengan riset Universitas Teknologi dan Desain Singapura yang menyatakan wabah corona di AS berakhir 97 persen di akhir bulan Mei, sementara di  Indonesia pada pertengahan Juni.

"Saya pikir, tanggal yang presisi seperti itu sangat berbahaya. Karena  satu-satunya cara untuk mengetahui kapan kondisi akan membaik adalah ketika sudah terlihat perubahan pada kurva dan data," tegas Laura.

Namun, saat ini ia pesimis melihat kurva masih tinggi.

"Tapi saat ini di mana kurva dan data masih meningkat dan tidak ada cara untuk mengetahui tanggal wabah ini berakhir. Tidak ada yang bisa memprediksi hal itu," katanya.

Satu hal yang membuat keadaan tidak membaik adalah penyebaran virus ini. Dan satu hal yang pasti, yang mempercepat penyebaran virus ini adalah orang-orang itu sendiri. Mereka berkumpul, tidak mengindahkan aturan social distancing, katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya