Berita

Peneliti Insititut Riset Indonesia (Insis) Dian Permata/Net

Politik

Pengamat: Perusahaan Merugi Jadi Alasan Larangan Transportasi Dilonggarkan

KAMIS, 07 MEI 2020 | 11:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pelonggaran terhadap larangan operasi moda transportasi darat, laut dan udara yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tidak mengagetkan.

Peneliti Insititut Riset Indonesia (Insis) Dian Permata menilai dibukanya kembali akses moda transportasi ini merupakan bentuk relaksasi regulasi yang berlaku soal pencegahan penyebaran Covid-19.

"Munculnya peraturan ataupun relaksasi ini tidak mengagetkan. Soalnya, jauh-jauh hari sudah diperkirakan banyak kalangan. Kuat dugaan bahwa munculnya relaksasi dilatarabelakangi oleh desakan faktor ekonomi," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/5).


Karena, kata Dian, sejak penyebaran Covid-19, semua lini kehidupan terkena dampak. Tak terkecuali bagi institusi moda transportasi udara, laut dan darat. Angkasa Pura, Pelindo, dan PT KAI mengalami kerugian lantaran ketiadaan penyediaan layanan jasa.

"Dalam konteks suasana lebaran lalu maka yang boleh dikatakan PO Bus adalah salah satu pihak yang menikmati kue lebaran atau nyayur untuk penyediaan layanan jasa angkutan. Namun, itu lebaran tahun lalu," sindir Dian.

Apalagi, Plt Menhub, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) sebelumnya sering menyampaikan bahwa setiap kebijakan yang diambil merupakan untuk kepentingan nasional.

"Karena itu, kuat dugaan bahwa para pengusaha yang terkena dampak Covid-19 mulai membuka ruang negosiasi kepada pemerintah. Dimana permintaan mereka adalah agar pemerintah membuka kran kebijakan. Tujuannya, agar roda ekonomi dapat berjalan," terang Dian.

"Salah satunya relaksasi ini. Dan tentu saja karena momentum yang paling dekat lebaran maka institusi yang kerap terlibat adalah yang paling terkena dampak langsung terhadap relaksasi ini alias menikmati," pungkas Dian.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya