Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Politik

Jokowi Berambisi Turunkan Kurva Covid-19, Fahira Idris: Kuncinya Cuma Konsisten

RABU, 06 MEI 2020 | 20:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Konsistensi menjadi kunci utama agar ambisi Presiden Joko Widodo untuk menurunkan kurva kasus virus corona baru (Covid-19) menurun di bulan Mei 2020.

Menurut anggota DPD RI, Fahira Idris, kondisi kurva corona pada bulan Mei ini memang sangat menentukan langkah Indonesia dalam melawan corona ke depan, mengingat saat ini beberapa negara sudah mulai melakukan pelonggaran bahkan mencabut aturan pembatasan terkait corona.

Jika pada Mei ini, kasus positif berhasil ditekan maksimal, maka pada bulan berikutnya jumlah kasus di Indonesia bisa terus menurun, bahkan nol kasus.


“Namun semua ini bisa terwujud jika baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama konsisten menegakkan dan menjalankan aturan yang telah ditetapkan," kete Fahira dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (6/5).

Seperti halnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat harus benar-benar patuh terhadap sektor yang dibatasi pemerintah. Pun demikian dengan pemerintah yang tetap menegakkan aturan tersebut.

"Semua pembatasan yang terjadi saat ini misalnya pembatasan dalam bidang sosial, aktivitas ekonomi, transportasi dan lainnya, jangan dulu dilonggarkan karena kurva corona kita belum aman,” lanjut Fahira.

Hal ini juga perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi strategi penanggulangan corona oleh pemerintah. Jika kebijakan pembatasan mulai dirasakan efektivitasnya, maka harusnya kebijakan tersebut semakin konsisten dijalankan, bukan malah diberi ruang untuk dilonggarkan.

Celah pelonggaran yang sudah diwacanakan pemerintah baru-baru ini misalnya, bila tidak cermat, bukan tidak mungkin akan membuat semua usaha yang sudah dikerahkan untuk melawan corona berjalan di tempat.

“Semakin Pemerintah konsisten, maka masyarakat juga akan semakin disiplin menjalankan kebijakan tersebut. Semakin kuat komitemen kita untuk konsisten dan disiplin, semakin cepat kita pulih,” pungkas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya