Berita

Donald Trump Dalam Sebuah Wawancara di Lincoln Memorial/Net

Dunia

Merasa Baper Trump Sebut Media Perlakukan Dirinya Lebih Buruk Dari Lincoln, Ini Kata Pengamat

RABU, 06 MEI 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Perlakuan media terhadap seorang presiden kadang dirasakan begitu buruk dan pers seringkali menyerang dengan pertanyaan tajam seperti memusuhi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut pers memperlakukannya dengan tidak baik.  

Dalam sebuah wawancara, Trump membandingkannya dengan Abraham Lincoln, presiden era Perang Saudara yang dibunuh pada 1865.

“Saya disambut oleh pers yang bermusuhan, yang belum pernah dialami oleh presiden manapun. Yang paling dekat mengalami perlakuan ini adalah orang di sana itu,” Trump menunjuk patung besar Presiden Lincoln, di dekatnya. Ia dalam sesi wawancara dengan televisi yang disiarkan Minggu malam dari Lincoln Memorial di Washington, seperti dikutip dari CNN, Selasa (5/5).


Trump mengatakan, "Saya yakin saya diperlakukan lebih buruk daripada Lincoln."

Penilaian Trump tentang 'sering dimusuhi' media berita nasional itu dipicu pertanyaan tajam seorang pensiunan perawat dan guru pembimbing sekolah dasar. Ia memuji Trump atas "pengabdiannya yang besar pada negara" tetapi mempertanyakan caranya menyampaikan sesuatu dengan menggunakan kata-kata deskriptif yang bisa digolongkan sebagai intimidasi.

Trump, yang sama seperti Lincoln yaitu berasal dari Partai Republik, menyerang wartawan karena dia nilai pertanyaan itu 'memalukan'.

Dengan nada sinis Trump menyerang sang wartawan sembari mengatakan bisa jadi para awak media pada umumnya berasal dari Partai Demokrat, lawan politik sang presiden yang tengah galau tersebut.

Ini bukan kali pertama Trump membandingkan dirinya dengan Lincoln. Pada tahun lalu, catatan tweet-nya memperlihatkan ia menulis hal yang saat memberi tanggapan atas pernyataan lawan-lawannya, Trump menyatakan bahwa dialah presiden yang paling banyak mendapat perlakuan lebih buruk sejak era Lincoln.

Saat itu, pernyataan Trump terhadap Lincoln memicu reaksi dari para pendukung dan lawannya.

Sebagaimana kali ini banyak yang mengeluh atas pernyataan Trump itu.

Brad Meltzer dan Josh Mensch, keduanya adalah penulis dan pengamat politik, menuliskan opininya dalam artikel yang dimuat di CNN, Selasa (5/5).

Pada saat krisis nasional, publik sangat membutuhkan kepemimpinan. Dengan negara yang terpecah secara politik dan menghadapi pandemik yang mematikan, rakyat membutuhkan kompetensi dan visi pada tingkat tertinggi.

"Masa depan kita tergantung padanya," tulis mereka.

Sejarah juga menantang pendapat Trump, karena pada kenyataannya, karakter Lincoln ditunjukkan sebagai sosok rendah hati, mencela diri sendiri, dan ramah terhadap mereka yang menyerangnya. Dia tidak menghina lawan-lawannya, malah merangkulnya. Lincoln selalu bersikeras bahwa dia adalah presiden untuk semua orang Amerika, bahkan pada saat perpecahan, tulis Brad dan Josh.

Mungkin tidak ada presiden dalam sejarah Amerika yang menghadapi kemarahan lebih banyak pada saat krisis daripada Abraham Lincoln. Ketika dia terpilih pada November 1860, negara itu sangat terpecah karena masalah perbudakan.

Kita mungkin berpikir pemilihan kita sekarang kontroversial, tetapi mereka tidak dapat dibandingkan dengan pemilihan Lincoln.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya