Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Whistleblower Yang Dipecat Balas Laporkan Trump Ke Kantor Penasihat Khusus AS

RABU, 06 MEI 2020 | 10:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rick Bright, yang dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Biomedis Penelitian dan Pengembangan Otoritas Lanjutan (BARDA), Amerika Serikat (AS) mengajukan keluhan kepada Kantor Penasehat Khusus AS, Selasa (5/5).

Ia menuduh administrasi pemerintahan Donald Trump telah melakukan pembalasan kepadanya ketika ia menyampaikan kekhawatiran terhadap perkembangan Covid-19.

BARDA yang ia pimpin merupakan sebuah lembaga di AS yang bertanggung jawab untuk mengembangkan obat-obatan untuk memerangi pandemik virus corona.


Pelapor pelanggaran, atau disingkat sebagai pelapor, adalah istilah bagi orang atau pihak yang merupakan karyawan, mantan karyawan, pekerja, atau anggota dari suatu institusi atau organisasi yang melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang


Rick Bright, sang whistleblower (mantan karyawan yang dipecat karena pelaporan atau aduannya yang dianggap melanggar) itu mengatakan, dalam pengaduan yang diajukan ke pengawas pemerintah bahwa ia memperingatkan tentang virus itu pada Januari dan aduan itu mendapat permusuhan dari Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar dan pejabat tinggi lainnya di agensi tersebut.

Pengacara Bright berpendapat bahwa pemecatannya sebagai direktur Biomedis Penelitian Lanjutan dan Otoritas Pengembangan, sebuah divisi dari HHS, melanggar hukum federal yang melindungi pelapor pemerintah.

“Dr. Bright bertindak dengan urgensi untuk mulai mengatasi pandemi ini tetapi menghadapi perlawanan dari kepemimpinan HHS, termasuk Sekretaris Azar, yang tampaknya berniat meremehkan ancaman bencana ini, ” ujar sang pengacara dalam pernyataan yang diajukan ke Kantor Penasihat Khusus A.S, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/5).

Juru bicara HHS Caitlin Oakley dalam sebuah pernyataan mengeluhkan bahwa Bright dipindahkan ke pekerjaan di mana ia dipercaya menghabiskan sekitar  1 miliar dolr AS untuk mengembangkan pengujian diagnostik.

"Kami sangat kecewa bahwa ia tidak muncul untuk bekerja atas nama rakyat Amerika dan memimpin penanganan kasus ini," kata Oakley.

Bright akan bersaksi di hadapan panel Dewan Perwakilan AS pada 14 Mei mendatang, ujar juru bicara Bright.

Sebelumnya, Bright membuat pernyataan bahwa dia diturunkan dan dipindahkan ke posisi lain salah satunya karena dia menolak dukungan atas hydroxychloroquine dan chloroquine sebagai obat untuk Covid-19.

Bright mengatakan obat-obatan tersebut kurang jelas secara ilmiah. Namun,  pemerintah AS tetap mempromosikannya obat-obatan sebagai "obat mujarab".

Bright adalah seorang ahli dalam vaksin dan terapi dan menjabat sebagai Direktur BARDA pada 2016 sebelum Trump menjabat.

HHS mengatakan bulan lalu bahwa Bright telah dipindahkan ke kemitraan publik-swasta di bawah National Institutes of Health.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya