Berita

Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Lam Pin Min beberapa waktu lalu saat mengecek pasokan masker/Net

Dunia

Bantuan Setengah Juta Masker Dari China, Singapura: Kami Telah Menemukan Cara Mengelola Krisis Ini

RABU, 06 MEI 2020 | 09:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China telah menyumbangkan lebih dari setengah juta masker wajah ke Singapura untuk membantu upaya pemerintah menangani wabah Covid-19. Selain jumlah tadi, ada sekitar 100.000  masker KN95 yang juga disumbangkan.

Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Lam Pin Min menerima sumbangan tersebut dari Duta Besar Republik Rakyat China Hong Xiaoyong di Kementerian Kesehatan (Depkes).

"Atas nama Pemerintah Singapura, saya menyampaikan penghargaan yang tulus kepada pemerintah Tiongkok atas sumbangan masker ini dalam mendukung perjuangan Singapura melawan Covid-19," kata Lam dalam sambutannya selama serah terima, seperti dikutip dari CNA, Selasa (5/5).


Ia menambahkan, kerjasama internasional adalah hal penting terutama saat berperang melawan Covid-19.

“Saya senang bahwa Singapura dan China telah bekerja sama secara erat di semua tingkatan untuk membendung penyebaran virus.

"Kami juga telah menemukan cara untuk mengelola risiko kesehatan masyarakat secara berkelanjutan sambil secara bertahap mengembalikan keadaan normal ke bursa kami."

Kerja sama antara Singapura dan China telah terjalin dalam banyak sektor,  termasuk bidang kesehatan, ekonomi dan kemanusiaan.

"Kami telah memfasilitasi pemulangan warga negara masing-masing, dan memberikan bantuan kemanusiaan satu sama lain di saat dibutuhkan, dengan kontribusi dari semua lapisan masyarakat," terang Lam.

Pejabat dari kedua belah pihak juga telah berbagi praktik terbaik dan mendiskusikan inisiatif untuk memfasilitasi perdagangan, aliran berkelanjutan barang dan personil penting, dan penelitian dan pengembangan bersama.

Singapura dan Cina akan menandai peringatan 30 tahun hubungan diplomatik tahun ini.

Kolaborasi kuat antara kedua negara sekarang merupakan bukti dari persahabatan yang kuat antara Singapura dan China, ia menambahkan.

"Jika negara dapat bergotong royong dan bekerja sama, kita akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengelola dampak pandemi Covid-19," katanya optimis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya