Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pak Menteri, Tak Semua Siswa Terjangkau Pembelajaran Daring

MINGGU, 03 MEI 2020 | 06:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada Rabu 6 Mei 2020 otomatis memperpanjang pemberlakuan masa belajar di rumah. Ironisnya, tidak semua siswa maupun orang tua siswa memiliki perangkat yang mendukung belajar di rumah ini.

Begitu dikatakan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kebupaten Cirebon, Didin Zaenudin, saat ditemui Kantor Berita RMOLJabar di SMP Negeri 1 Lemahabang, Sabtu (2/5).

“Apalagi di saat Corona ini para orang tua tidak semua mampu untuk membeli paket kuota internet,” katanya.


Menurut Didin, selain keterbatasan dalam perangkat serta kouta internet, pihak sekolah pun dipusingkan dengan Juknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena Jukni BOS ini tidak spesifik, para Kepala Sekolah menjadi gamang dan takut disalahkan dalam penggunaannya.

“Juknis BOS tidak spesifik, wajar kalau kami dengan temen-temen (kepala sekolah) khawatir karena ini uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai nanti disalahkan oleh inspektorat,” ujarnya.

Selama pemberlakuan belajar daring, otomatis dana BOS dipergunakan untuk mendukung 28 grup kelas daring. Secara otomatis pula pihak sekolah harus menyediakan paket internet bagi 28 guru wali kelas untuk menjalankan proses belajar daring ini.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Imam Mulyadi, mengatakan, prinsip belajar daring seharusnya dibuat sesederhana mungkin agar anak tetap di rumah dan tidak berkeliaran. Sayangnya, kata Imam, cara belajar daring tak didukung fasilitas yang memadai.

“Kami melihat belajar daring tidak bisa efektif, manakala masih banyak siswa yang tidak memiliki HP Android. Jika diprosentase, hanya 70 persen yang memiliki HP android," demikian Imam.

Hal ini tentu menjadi tugas dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, untuk bisa memberi solusi agar seluruh siswa di Indonesia masih dapat pembelajaran di tengah kondisi pandemik Covid-19 ini. Sebab sekali lagi, tak semua siswa punya alat pendukung untuk bisa belajar secara daring dari rumah.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya