Berita

Jubir Iran Seyed Abbas Mousavi/Net

Dunia

Iran Bantah Bantu Industri Minyak Venezuela Tapi Tidak Bantah Soal Emas 9 Ton

SABTU, 02 MEI 2020 | 13:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh Iran telah membantu pembangunan industri minyak Venezuela. Tuduhan itu disampaikan oleh  Elliott Abrams, utusan terkemuka Amerika.

Abrams memang berupaya menggulingkan pemimpin sosialis Venezuela Nicolas Maduro.

Selain itu, sebagaimana diketahui, Trump telah menjatuhkan sanksi sepihak kepada Iran. AS menahan  ekspor Iran yang bertujuan mengakhiri ekspor minyak dari Iran ke Venezuela.


Pemerintah Iran membantah tuduhan Amerika bahwa negara itu telah membantu Venezuela membangun kembali industri minyaknya. Menurut Teheran, tuduhan itu dirancang untuk meningkatkan tekanan dan mengganggu hubungan dagang kedua negara.

Tetapi Iran tidak menanggapi klaim tentang kiriman emas batangan sebanyak sembilan ton itu.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan tuduhan Abrams tidak berdasar.

"Washington berusaha meningkatkan tekanan pada pemerintah Venezuela dan mengganggu perdagangan antara Iran dan Venezuela," kata kementerian itu yang disampaikan juru bicaranya, Seyed Abbas Mousavi, dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5)

"Kebijakan AS terhadap Venezuela termasuk sanksi ekonomi, ancaman militer dan dewan transisi baru-baru ini telah gagal," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip dari France24, Sabtu (2/5).

Ekonomi Venezuela telah runtuh. Jutaan orang melarikan diri karena mereka kekurangan barang-barang kebutuhan pokok.

Iran juga mendapat pukulan dari sanksi AS setelah Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan menerapkannya kembali sanksi terhadap Teheran pada 2018.

Presiden Maduro telah bertahan lebih dari setahun melawan upaya pimpinan AS untuk menyingkirkannya. Pemimpin sosialis ini mampu mempertahankan kekuasaan karena mendapat dukungan militer Venezeula.

Sementara Iran telah berulang kali menyatakan dukungannya kepada Maduro dan tidak mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden yang mendeklarasikan diri setelah kalah pemilu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya