Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tolak Tegas Perppu 1/2020 Wakil Ketua MPR Ingatkan Bahaya Inflasi Jika Cetak Uang Baru

SABTU, 02 MEI 2020 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Ketua MPR RI Syariefuddin Hasan menyarankan agar anggaran pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur dan anggaran untuk Ibukota Baru dibatalkan. Menurutnya anggaran tersebut bisa dialihkan membantu APBN yang defisitnya semakin melebar.

Hal itu ia sampaikan terkait kritikannya tentang rencana pemerintah mencetak uang baru seperti yang tertera dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) 1/2020. Menurutnya, daripada mencetak uang baru yang akan menimbulkan inflasi yang tinggi, lebih baik anggaran untuk pembangunan IKN dialihkan untuk penanganan virus corona.

“Sekali pun PERPPU no 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara membolehkan untuk mencetak uang baru. Namun, refocusing anggaran secara transparan dan akuntabel harus dilakukan. Pemerintah harus cermat mempertimbangkan segala risiko,” tutur Syarif Hasan melalui pernyataan tertulisnya, seperti dikutip dari Antara.


Di dalam Perppu 1/2020, tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas keuangan untuk penanganan pandemic Covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan, membolehkan pemerintah untuk mencetak uang baru.

Badan Anggaran DPR RI juga telah mengusulkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun. Tujuannya untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari dampak yang ditimbulkan wabah virus corona.

Badan Anggaran melihat perlunya pembiayaan yang besar untuk mengatasi pandemi virus Corona, baik dalam hal penanganan kesehatan maupun dampak ekonominya.

Syarief menyayangkan rencana tersebut dan meminta agar pemerintah berhati-hati dengan keputusan untuk mencetak uang baru dan menyarankan untuk mencari solusi lain, seperti membatalkan rencana pemindahan IKN.

"Sebaiknya anggaran pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur dan anggaran untuk Ibukota baru dibatalkan agar bisa dialihkan membantu APBN yang defisitnya semakin melebar," ujarnya.

Syarief pun dengan tegas menyamaikan menolak Perppu 1/2020. Ia menyarankan agar Perppu tersebut diganti dengan UU APBN-P/2020.
"Kami menolak Perppu Nomor 1 Tahun 2020, refocusing anggaran dan lainnya harus melalui APBN-P 2020," ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya