Berita

Ida Fauziah/Net

Politik

Kemenaker: Setelah Divalidasi, Pekerja Formal-Informal Yang Di PHK dan Dirumahkan 1,72 Juta Orang

JUMAT, 01 MEI 2020 | 21:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah melakukan validasi data, khususnya terkait korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan, yang merupakan akibat pandemik virus corona baru atau Covid-19.

Dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerangkan, data validasi ini menghimpun jumlah PHK dan yang dirumahkan untuk pekerja formal dan informal.

"Pekerja formal yang di PHK ada 375.165 orang, pekerja formal yang dirumahkan 1.032.160 orang, pekerja informal yang terdampak ada 314.833 orang," ujar Ida Fauziyah, Jumat (1/5).


Jika dibandingkan dengan data yang disampakkan Presiden Joko Widodo pada Ratas pada Kamis (30/4) kemarin, jumlah data yang dihimpun Menaker ini terbilang hampir sama.

Pasalnya, kepala negara menyebutkan, 1 juta lebih pekerja informal telah dirumahkan, 375.000 pekerja formal terkena PHK, dan sekitar 315.000 pekerja informal terdampak corona.

Namun, jika disandingkan dengan data yang dihimpun Kemenaker pada 20 April 2020 silam, jumlah pekerja yang terdampak Covid-19 total sebanyak 2.084.593 pekerja, baik dari sektor formal dan informal yang berasal dari 116.370 perusahaan.

Di mana rinciannya, jumlah pekerja formal yang dirumahkan adalah 1.304.777 dari 43.690 perusahaan. Sedangkan pekerja formal yang di PHK sebanyak 241.431 orang dari 41.236 perusahaan.

Termasuk pekerja sektor informal yang terpukul karena Covid-19 sebanyak 538.385 pekerja, dari 31.444 perusahaan atau UMKM.

Meski berbeda, Ida Fauziyah memastikan data total yang benar mengenai korban PHK dan di rumahkan adalah per tanggal hari ini.

"Jadi total 1.722.958 orang yang terdata secara baik. Ada 1,2 juta yang akan terus kami lakukan validasi data nya," demikian politisi PKB ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya