Berita

Laharga Kambaren/Net

Kesehatan

Gegara Pandemik Covid-19, 64,3 Persen Dari 1.522 Orang Alami Gangguan Cemas Dan Depresi

JUMAT, 01 MEI 2020 | 12:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi pandemik virus corona baru (Covid-19) tak hanya memberi dampak bagi ekonomi dan kondisi fisik masyarakat. Sisi kejiwaan masyarakat pun ikut terganggu.

Menurut pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ), Lahargo Kambaren, sejauh ini pihaknya telah menerima konsultasi dan pemeriksaan psikologis untuk 1.522 orang masyarakat Indonesia.

"Kami memiliki alat swaperiksa secara online untuk mengetahui kondisi cemas, depresi, dan trauma psikologis. Alat ini untuk mengetahui kondisi masalah psikologis yang sedang kita alami," ucap Lahargo Kamberen dalam jumpa pers virtual di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (1/5).


Dari pemeriksaan online melalui situs www.pdskji.org, Lahargo menyebutkan, pihaknya menemukan lebih dari separuh orang yang diperiksa mengalami ganguan psikologis, dengan jenis yang berbeda.

"Ada 1.522 orang yang sudah melakukan pemeriksaan masalah psikologis ini, dan ternyata didapatkan 64,3 persen yang mengalami gangguan cemas dan depresi," sebutnya.

Gejala-gejala dari gangguan cemas dan depresi ini antara lain muncul rasa takut, khawatir yang berlebihan, merasa tidak bisa rileks dan atau nyaman, adanya gangguan tidur, serta kewaspadaan yang berlebihan.

Selain itu, Lahargo Kamberen juga menyebutkan adanya gangguan stres pascatrauma psikologis, setelah memeriksa ribuan pasiennya itu. Di mana hasilnya cukup mencengangkan. Yakni 80 persen dari 1.522 orang pasiennya mengalami trauma psikologis terkait kondisi semacam Covid-19 ini.

"Dan gejalanya adalah merasa jauh dan tidak terhubung dengan orang lain, merasa terus menerus waspada dan berjaga-jaga. Inilah yang kami dapatkan dari perhimpunan dokter spesialis kedokteran jiwa," pungkas Lahargo Kamberen.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya