Berita

Warga Purwakarta penerima bantuan dari Gubernur Jabar/Net

Nusantara

Carut Marut Data Bansos Covid-19 Bikin Pusing Kepala Desa

RABU, 29 APRIL 2020 | 00:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Belum lama ini, seorang Kepala Desa bernama Taufik Guntur Romli di sebuah desa di Sukabumi memberikan surat terbuka kepada Presiden Jokowi yang kemudian viral di media sosial.

Tidak lama, menyusul seorang Kepala Desa di Kabupaten Subang juga melakukan hal yang sama dengan video yang viral tentang surat terbukanya kepada Presiden Republik Indonesia.

Carut marutnya data bantuan sosial (Bansos) yang dibagikan pemerintah untuk masyarakat terdampak Covid-19 menjadi persoalan baru di tengah pandemik ini.


Mulai dari data ganda dengan DTKS hingga persoalan penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, bikin pusing dan geram sejumlah kepala desa di Kabupaten Purwakarta.

Seperti yang dialami Kepala Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Muhamad Hilman Nurzaman. Dia dibuat pusing dengan data ganda penerima bantuan yang terjadi di wilayahnya.

“Di desa saya hanya 29 KK (kepala keluarga) yang dapat bantuan, tapi pusingnya bikin kepala mau pecah. Beberapa ada data ganda dengan penerima bantuan program PKH. Sementara bantuan tidak bisa dialihkan,” kata Hilman kepada Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (28/4).

Menurutnya, pendataan yang selama ini dirapatkan oleh RT, RW berbeda dengan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi.

Terpisah, Kepala Desa Cianting Kecamatan Sukatani, Abah Adang lain lagi persoalan. Tak satupun warganya yang mendapatkan bantuan dampak Covid-19 yang digembar-gemborkan Gubernur Ridwan Kamil.

“Di Kecamatan Sukatani hanya lima desa yang terima bantuan dari provinsi, desa Cianting tidak dapat. Warga pada nanyain ke Abah, bikin lieur,” ujarnya.

Menurutnya, Kepala Desa sebagai unit politik paling dasar sedang menghadapi persoalan pelik karena data yang tidak valid dapat menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

“Harusnya, data dari desa menjadi acuan dalam proses siapa yang perlu mendapat bantuan atau tidak,” kata Bah Adang.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya